Pembunuh Ratu PNS Ternyata Kekasih Gelapnya

TANGERANG,SNOL— Motif pembunuhan terhadap Ratu Haerani (38), seorang PNS di Kecamatan Parung Bogor yang ditemukan tewas di dalam Daihatsu Terios F 1589 JM, di Jl Raya Serang Km 24 Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu 26 Maret lalu akhirnya terungkap. Salah satu pelaku ternyata kekasih gelap korban dan bukan pamannya seperti diberitakan media sebelumnya.

 Nyawa Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu lenyap di tangan kekasih gelapnya, Nawawi alias Qiwil (32), pria yang dikenalnya lewat situs jejaring sosial Facebook. Nawawi adalah seorang pemilik bengkel di Serang, Banten. Jika ada waktu senggang, Nawawi ke warnet untuk bermain Facebook. Dari Facebook inilah, Nawawi bisa mengenal korban yang kemudian menjadi kekasih gelapnya.

“Saya di Facebook namanya H Ubay. Saya tahu korban itu dari Facebook. Saya add-add saja. Saya juga nggak tahu korban berteman sama teman saya yang mana di Facebook itu,” kata Nawawi kepada wartawan, Kamis (3/4).

Setelah menambahkan korban sebagai teman di Facebook, keduanya pun intens berkomunikasi. Baik melalui fasilitas inbox maupun chat, keduanya akrab saling menyapa. “Saya pernah kirim pesan ke dia ‘ada yang marah nggak kalau saya kenalan’,” cetus Nawawi.

Bak gayung bersambut, korban pun menyambut perkenalannya dengan tersangka. Selanjutnya, mereka bertukar nomor telepon hingga akhirnya sering berkomunikasi via telepon.

Hingga pada November 2013, tersangka dan korban melakukan ‘kopi darat’ di Serang, Banten. Pertemuan itu kemudian berlanjut, hingga akhirnya korban dan tersangka menjalin hubungan asmara, tepatnya Desember 2013 silam.

Nawawi mengaku, ia tidak pernah melakukan tipu daya kepada korban lewat Facebook. Ia juga heran mengapa korban menyukainya, padahal usia keduanya terpaut cukup jauh. “Katanya dia nyaman sama saya,” imbuhnya.

Sementara, motif pembunuhan terhadap korban karena sakit hati pelaku tidak diberi pinjaman uang. Motif itu terungkap dari hasil pemeriksaan terhadap Nawawi dan Heri Sugoro alias Heri (28) ditangkap.

“Motifnya sakit hati, karena tersangka Nawawi tidak diberikan pinjaman uang sebesar Rp 5 juta oleh korban. Pelaku bukan keponakan korban,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Kamis (3/4).

Peristiwa berawal ketika tersangka Nawawi meminjam uang kepada korban sebesar Rp5 juta. Ketika itu, korban meminta pelaku datang ke kantor tempatnya bekerja. Nawawi kemudian datang bersama Heri. Setibanya di kantor korban, Nawawi dan Heri kemudian diminta untuk mengantar melayat seorang kawan korban.

Setelah itu, pelaku menagih pinjaman apa yang dijanjikan. Namun korban malah menolaknya. Karena itulah, Nawawi marah hingga akhirnya membunuh korban di dalam mobilnya. “Korban dibunuh dengan cara dijerat dengan menggunakan kerudungnya. Setelah tewas, korban kemudian dibuang di Jalan Raya Serang, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang,” terangnya.

Kasat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Adex Yudiswan menegaskan, usai membunuh dan membuang mayat korban, kedua pelaku mengambil harta korban seperti dua cincin emas, ponsel, tas dan dompet korban. Sedangkan mayat korban ditinggal di dalam mobil yang di parkir di Jalan Raya Serang, KM 23,5, Desa Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/3) lalu.

“Cincinnya dijual Rp8 juta, di dompetnya ada uang Rp400.000,” tambah AKBP Adex.

Seperti diberitakan, pelarian dua pelaku pembunuhan terhadap Ratu Haerani (38), PNS Parung Bogor yang ditemukan tewas di dalam mobil di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang, berakhir di jeruji besi. Keduanya telah ditangkap aparat Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kedua pelaku adalah paman dan keponakan korban.

“Saya belum tahu apakah mereka ini ayah-anak atau bukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (31/3).

Kedua tersangka yakni Nawawi (32) dan Heri Sugoro (24). Nawawi (32) ditangkap di Kampung Lengkong, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sedangkan Heri ditangkap di Subang Jawa Barat. “Yang lebih dahulu ditangkap yaitu Heri, baru Nawawi,” ucap Rikwanto. (Jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.