Berdalih Bayar UN, Siswi Jual Diri

SERANG,SNOL ICA tertunduk lesu ketika diperiksa Polres Serang, Banten. Dengan wajah tertutup masker, pelajar di salah satu SMA di Kota Serang itu menjawab polisi pertanyaan tentang ulahnya menjual kawan-kawannya sebagai pemuas nafus seks lelaki hidung belang.

ICA, warga Kecamatan Serang Kota Serang itu ditangkap setelah tertangkap tangan menjalankan praktik sebagai mucikari dengan menjajakan dua teman sekolahnya, CI (17) dan IN (18), kepada aparat polisi yang menyamar.

Menurut pengakuan gadis berusia 19 tahun itu, dia menjajakan CI dan IN ke pria hidung belang karena kedua temannya terjepit persoalan ekonomi. CI dan IN membutuhkan uang untuk melunasi biaya sekolah menjelang Ujian Nasional (UN). Keduanya pun menerima tawaran bayaran Rp550 ribu untuk sekali kencan.

“Sebenarnya saya enggak mau jual dia (dua korban, red). Tapi CI dan IN bilang ke saya lagi butuh uang untuk biaya sekolah, mau Ujian Nasional katanya,”aku ICA di ruang Pusat Perlindungan Anak (PPA) Polres Serang, Senin (7/4).

Sebagai mucikari, ICA mengaku meminta imbalan dengan memotong hasil transaksi Rp200-Rp250 ribu.

“Saya baru sekali ini menawarkan gadis panggilan di bawah umur. Itu pun karena diajak oleh teman saya yang bernama Abeng,” kilah ICA yang juga mengaku masih menjadi pelajar di sebuah SMA swasta di Kota Serang.

Kapolres Serang, AKBP Yudi Hermawan mengungkapkan kronologis membongkar jaringan siswi mucikari itu. Menurutnya, terbongkarnya kasus yang melibatkan ICA yang masih duduk di Kelas 3 SMA tersebut berkat kerjasama antara masyarakat dengan pihak kepolisian.

Pihaknya mengaku sering mendapatkan laporan mengenai perdagangan pelajar sebagai pemuas nafsu pria hidung belang. “Dari kecurigaan tersebut, kami berusaha memancing ICA untuk menyediakan seorang perempuan muda,” papar Kapolres.

Tim buru sergap (buser) berhasil menghubungi ICA. Tanpa banyak kata ICA menyanggupi permintaan aparat kepolisian yang menyamar itu. Sejurus kemudian, ICA datang bersama dua wanita remaja ke salah satu kamar hotel yang telah disepakati sebelumnya.

“Saat menyerahkan ‘pesanan’ di salah satu hotel di Kota Serang itu, kami langsung membekuknya,” tutur Yudi seraya menambahkan polisi langsung mengamankan ketiganya serta barang bukti uang Rp550 ribu.

Yudi menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Pasalnya dia menduga ada pelajar lain yang menjadi korban praktek perdagangan ICA.

“Untuk itu kami masih melakukan pendalaman. Kami harap juga kepada masyarakat agar mewaspadai putra-putrinya sehingga tidak terjerumus ke dunia prostitusi,” imbuh Kapolres.(ned/igo/bnn/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.