Tiada Jokowi Effect, Figur Cawapres Penentu Pilpres

JAKARTA,SNOL Ada kesimpulan menarik dari hasil quick count yang sudah berjalan dan hampir tuntas, yaitu bahwa efek Joko Widodo selaku capres PDI Perjuangan ternyata tidak sebesar yang diperkirakan.
“Artinya, hasil yang ketat membuktikan bahwa ini murni merefleksikan hasil kerja pimpinan dan kader partai. Selain itu, hasil ini mencerminkan kualitas organisasi ditambah dengan profil ketokohan dari para pimpinan partai dan caleg-calegnya,” kata ahli statistik politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, dalam keterangan persnya, Rabu (9/4).
Menurutnya, kesimpulan dari hasil quick count adalah pertama: pengalaman, kerja keras, dan soliditas partai menjadi faktor yang lebih menentukan dibandingkan figur capres.
Kedua, efek Jokowi tidak besar bahkan cenderung menurun karena justru banyak ditinggalkan oleh pendukungnya setelah menerima pencalonan sebagai Capres PDIP. Namun demikian, tanpa Jokowi sebagai capres, perolehan suara PDIP bisa jauh lebih kecil lagi.
Ketiga, semua partai kembali ke basisnya pemilih tradisionalnya masing-masing karena rakyat sudah tidak percaya kepada pencitraan semata-mata.
Setelah ini, ketiga Capres dari tiga Partai terkemuka akan segera sibuk untuk membentuk koalisi dengan partai lain. Satu alat tawar utama yang akan panas dinegosiasikan adalah posisi calon wakil presiden (Cawapres), diikuti dengan negosiasi jumlah kursi di kabinet sebagai alat tawar kedua.
Menurut Arya Fernandes, cawapres yang populer di mata pemilih menjadi penentu mana koalisi partai yang akan memenangkan Pemilihan Presiden. Bahkan menurutnya, figur cawapres punya bobot lebih tinggi dibandingkan profil partai hasil quick count.
“Partai menengah atau kecil, kalau punya figur cawapres yang sangat populer bisa-bisa punya daya tawar yang lebih tinggi daripada partai yang lebih besar tapi tidak punya figur cawapres,” katanya.(fir/ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.