UN Dipastikan Berjalan Lancar

SERANG,SN– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang mengklaim, persiapan untuk pelaksanaan  Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat tahun 2014 sudah mencapai 97 persen. UN akan dilaksanakan pada Senin-Rabu (14-15-16/4) mendatang.

“Saat ini persipan sudah mencapai 97 persen. Jadi kami hanya tinggal menunggu waktu pelaksanannya saja,” kata Sekretaris Pelaksanaan UN tingkat SMA Dindikbud Kabupaten Serang, Buyung Elok, kepada Satelit News, Jum’at (11/4).

Buyung memastikan, pada saat pelaksanaannya nanti bisa berjalan lancar tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Pendistribusian naskah UN-nya sendiri akan lebih awal datangnya. “Nanti Hari Minggu (13/4), kami menerima naskah UN dari Pemerintah Pusat. Diharapkan bisa sukses pelaksanaannya maupun tingkat kehadiran para siswanya,” harap Buyung.

Kepala Bidang (Kabid) SMA/SMK Dindikbud Kabupaten Serang ini menambahkan, untuk jumlah siswa-siswi yang akan mengikuti pelaksanan UN tahun ini sebnayak 10.041 orang, baik itu SMA, SMK Negeri dan Swasta tersebar di 29 kecamatan.

“Sedangkan jumlah rayon di Kabupaten Serang ada sebanyak lima rayon, tersebar di 29 kecamatan. Kami menargetkan tingkat kelulusna tahun ini bisa mencpai 100 persen,” tutur Buyung.

Tak hanya di Kabupaten Serang. Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon juga tak kalah siap. Di Pandeglang, sebanyak 13.154 siswa tingkat SLTA, terdiri dari 3616 siswi SMA, 5006 siswi SMK, 3156 siswi MA dan 1376 siswi paket C, siap mengikuti UN. Mereka akan ditempatkan di 215 sekolah yang  tersebar se Kabupaten Pandeglang.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Pandeglang Dadan Tafif Danial mengatakan, pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan seluruh sekolah yang hendak mengikuti dan menyelenggarakan UN itu.

“Jumlah sekolah penyelenggara UN tahun ini mencapai 145 sekolah. Kami sudah menyiapkan sekitar 658 ruang kelas yang akan digunakan ujian nasional itu,” kata Dadan, Jum’at (11/4).

Untuk tingkat SMA sebanyak 181 ruang kelas, SMK 250 ruang kelas, MA sebanyak 158 ruang kelas dan untuk Paket C sebanyak 69 ruang kelas. Dengan total ruang kelas yang akan digunakan sebanyak 658 ruang.

Soal UN akan didistribusikan pada hari Sabtu (12/4) ini. Pihaknya masih menunggu distribusi dari Provinsi, jika Sabtu (12/4) belum datang dari Provinsi, maka paling akhir hari Minggu (13/4).

Pengawasan mulai dari pendistribusian hingga pelaksnaan UN nanti melibatkan pihak Perguruan Tinggi se-Banten, terdiri dari 416 pengawas untuk tingkat SMA, 616 untuk tingkat SMK dan 390 pengawas untuk MA. “Soal target kelulusan, tentunya kami ingin target maksimal,” tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) SMA/SMK dan MA Dindik Pandeglang Maman Abdurahman mengatakan, pihaknya bersama tim masih terus memonitoring persiapan UN diseluruh sekolah. Pihaknya tidak mau pada hari H pelaksanaannya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami ingin UN berlangsung lancar, aman dan kondusif. Kami juga sudah siap mengantisipasi hal-hal yang akan mengacaukan penyelenggaraan UN itu,” ujarnya.

Tekhnis distribusi soal dari Dindik ke sekolah-sekolah penyelenggara UN, akan dikawal ketat oleh pengawas dan melibatkan aparat kepolisian, untuk meminimalisir lembar UN yang tercecer atau ada oknum yang ingin membocorkan soal atau jawaban UN itu.

Sekda Pandeglang Dodo Juanda mengatakan, pihaknya akan terjun langsung mengontrol atau memonitoring pelaksanaan UN nanti. Dan dengan tegas Sekda menyatakan, standar kelulusan atau target kelulusan tahun ini diharapkan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. “Kalau kelulusan tinggi, menjadi indokator keberhasilan pendidikan di Pandeglang,” tandasnya.

Sementara, di Kota Cilegon, siswa/i kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cilegon melakukan doa bersama atau disebut istighosah di Aula MAN Cilegon, Jumat (11/4). Istighosah yang diawali dengan shalat dhuha itu berlangsung penuh haru. Hampir seluruh peserta istighosah tertunduk penuh harap. Guru Bidang Study Fiqih Tangkiyah sangat berharap usai istigosah ini dapat membuat para siswa-siswi percaya diri, tidak cemas ataupun ketakutan dalam menghadapi UN, serta tak terpengaruh dengan kunci jawaban yang sering beredar dengan ilegal yang tidak benar.

Para siswa MAN Cilegon tampak antusias ketika renungan yang dimpimpin H Diki, guru Agama MAN Cilegon. Dalam renungan istigosah ini, H Diki menjelaskan tentang esensi diri untuk mengungkap rahasia hidup bermakna pada ruh yang ada pada raga yang sedang dihuni. Istigosah pun menjadi sarana komunikasi untuk saling bermaaf-maafan dan menjalin silaturahmi yang membuahkan do’a untuk masa depan.

Setelah istigosah selesai, para siswa kelas XII merasa ada kekuatan yang merengkuhnya. “Kami merasa tenang dan optimis dalam menghadapi UN setelah mendengar renungan dan muhasabah diri. Acara Istigosah ini mampu membuat kami rileks tidak seperti akan menghadapi monster,” ujar Risda, siswi kelas XII Agama. Dalam acara Istigosah ini pun diadakan arahan seputar ujian nasional, seperti tata tertib UN, dan juga cara yang benar mengisi lembar jawaban kerja (LJK). (mg-13/mardiana/arif/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.