Sekolah, Tas Isinya Cerulit & Gir

Pulangnya Tawuran, 60 Pelajar SMK Digulung Polisi

PANDEGLANG,SNOL—Sedikitnya, 3 buah senjata tajam jenis cerulit, 1 buah lampu tempel yang diduga akan dirakit menjadi bom molotov, dan 1 buah gir motor yang sudah didesain untuk menyerang serta sejumlah ikat pinggang, disita dari puluhan pelajar tingkat SLTA yang kedapatan tawuran/bentrok di wilayah Kadubanen, Kelurahan Pandeglang Kecamatan Pandeglang, Sabtu (26/4) lalu.

Informasi yang dihimpun, terjadinya tawuran itu berawal ketika sejumlah pelajar dari STM 1 Muhammadiyah Rangkas Bitung Kabupaten Lebak dan SMK Pembangunan Rangkas Bitung, serta beberapa siswa SMK Tigaraksa-Tangerang, sedang nongkrong di perempatan Kadubanen menungggu tumpangan

 Diduga karena salah paham dan kesal karena diledek oleh sejumlah siswa SMK Negeri 2 Pandeglang, aksi saling serang dan bentrokan pun tak terelakkan hingga menganggu arus lalulintas. Bahkan masyarakat, para pedagang, tukang ojek dan sejumlah kalangan lainnya yang coba meredam aksi saling serang itu tidak digubris para pelajar.

Aksi tawuran baru bisa diredam, setelah sejumlah anggota patroli dari Polsek dan Polres Pandeglang tiba di lokasi. Sedikitnya, 60 pelajar berhasil diamankan ke Mapolres untuk diperiksa lebih lanjut, serta mempertanggungjawabkan perilakunya itu.

Salah seorang siswa SMK Pembangunan Rangkas Bitung Lukman Hurhakim mengatakan, awalnya ia dan teman-temannya hendak menuju Pantai Carita. Kemudian mereka nongkrong di perempatan Kadubanen, menunggu tumpangan truk.

“Kami nggak ngapa-ngapain. Kami cuma nongkrong sambil nunggu truk tumpangan yang lewat,” kata Lukman, Sabtu (26/4).

Tiba-tiba, ada sekelompok siswa lainnya datang dan meledek mereka. Merasa tersinggung dan kesal, akhirnya terjadilah saling ledek yang kemudian berujung saling serang antara keduanya. Tidak ada korban jiwa ataupun korban luka dalam peristiwa itu, karena kedua pihak hanya saling serang dari kejauhan dan langsung diketahui serta diredam oleh aparat kepolisian.

Puluhan siswa yang berhasil diamankan ke Mapolres berasal dari Rangkas Bitung dan Tangerang, sedangkan siswa SMK Negeri 2 Pandeglang tidak ada yang berhasil diamankan, karena lolos dari kejaran aparat. Sampai di Mapolres, tiga orang siswa diantaranya, Lukman Nurhakim dan Ndin, keduanya dari SMK Pembangunan Rangkas Bitung dan Aldi, siswa SMK Tigaraksa-Tangerang, dipisahkan karena diduga memiliki dan membawa cerulit serta jenis senjata tajam lainnya.

Pihak kepolisian menggeledah semua isi tas dan para pelajar diminta untuk membuka pakaiannya karena khawatir ada barang-barang membahayakan yang dibawa siswa tersebut. Selain mendapat pembinaan, peringatan, pendidikan dan diberikan sanksi berupa angkat kaki sebelah. Para siswa yang rambutnya panjang juga dipotong (dicukur,Red) oleh anggota polisi setempat.

Kasat Bimas Polres Pandeglang AKP Apuy mengatakan, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan masing-masing sekolahnya. Selain itu, para siswa juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi. “Setelah dijemput oleh gurunya masing-masing, kami akan serahkan mereka. Kemudian dikembalikan kepada orang tuanya,” ungkapnya, seraya mengatakan pihaknya terus melakukan upaya antisipasi tawuran pelajar, dengan sosialisasi dan pembinaan serta kegiatan lainnya, bekerjasama dengan sekolah dan para wali murid. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.