Polisi Ciduk Pemilik 182 Kg Ganja

Penangkapan Ganja Terbesar Pertama di Wilayah Hukum Polda Banten

LEBAK,SNOL– Eman Sulaeman (34) dan Mus Mualim (31) diciduk aparat Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Lebak, Rabu (30/4). Eman terbukti memiliki narkoba jenis ganja, sementara Mus terbukti mengkonsumsi sabu-sabu.

Berdasarkan informasi dari aparat kepolisian, Mus yang juga merupakan pemuda pengangguran tersebut ditangkap di rumahnya warga Kampung Rumbut, RT 04/04, Desa Kadu Agung Barat Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara Eman yang berprofesi sebagai pekerja (buruh) di PT Perkebunan Karet Cimarga diciduk di rumahnya di Kampung Cimarga, RT 03/04, Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga sekitar sekitar pukul 14.30 WIB.

“Awalnya kami tangkap Mus. Saat ditangkap, ia tengah mengkonsumsi sabu. Dari kediamannya, kami menemukan dua alat hisap (bong-red) dan dua set sabu-sabu dalam plastik kecil, masing-masing 10 gram. Mus kami tangkap berdasarkan laporan warga sekitar seminggu yang lalu,” kata Wakapolres Lebak Kompol Yudhis Wibisana, didampingi Kasatnarkoba Polres Lebak Iptu Muhammad Aminudin, di halaman Mapolres Lebak, Rabu (30/4) lalu.

Berbekal keterangan dari Mus, aparat kemudian melakukan pengembangan dan menangkap Eman Sulaeman di kediamannya tanpa melakukan perlawanan. “Dari rumah Eman, kami mengamankan barang bukti berupa 4 buah ponsel sebagai alat komunikasi, dan 182 bal ganja kering yang dibungkus dalam kertas koran dengan masing-masing berat 1 kilogram per/balnya,” papar Kompol Yudhis.

Aparat Polres Lebak hingga kini masih melakukan penyelidikan, karena diduga pelaku Eman mendapatkan ganja dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD). “Eman diduga menjadi kurir, untuk menyebarkan ganja di wilayah Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten,” papar Kompol Yudhis, seraya mengakui penangkapan dengan menyita sebanyak 182 kilogram ganja kering merupakan yang pertama kalinya terjadi di wilayah hukum Polres Lebak bahkan Mapolda Banten.

Guna mempertanggungjawabkan segala perbutannya, pelaku Mus Mualim dijerat dengan Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, karena Mus merupakan pengguna narkoba. “Sedangkan Eman dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman minimal 6 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati dan denda maksimal Rp10 miliar, karena pelaku terbukti memiliki dan mengedarkan ganja,” ujar Kasatnarkoba Polres Lebak, Iptu Muhammad Aminudin.

Di hadapan polisi, Eman mengaku hanya diperintah oleh seseorang untuk mengedarkan ganja di wilayah Kabupaten Lebak. “Kiriman ganja ini saya ambil di wilayah Kabupaten Sukabumi. Saya beberapa waktu yang lalu juga pernah mengirimkan 22 paket ganja kering di wilayah Desa Gajrug Kecamatan Cipanas Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Siapa seseorang yang memerintah Eman untuk mengedarkan ganja? Eman enggan berkomentar banyak. “Saya juga tidak tahu, saya hanya diperintahkan saja,” ungkapnya.

Sedangkan Mus mengaku hanya ingin mencoba-coba mengkonsumsi sabu-sabu. “Saya dapatkan sabu-sabu ini dari Eman, saya baru pertama kali pakai sabu ini,” jelasnya. (ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.