Anita Diculik, Disekap, Disiksa dan Dijedotin ke Tembok

53Pelakunya Mantan Pacar

SERANG,SNOL—Kesedihan Marwah (44) selama tiga bulan lamanya kini berakhir. Anak sulungnya, Anita (20) yang telah hilang sejak tiga bulan lalu, sudah kembali ke rumah keluarga, Minggu Dini hari (02.30).

Marwah, ibunda Ani (panggilan akrab Anita-Red) terharu, saat putri sulungnya kembali ke rumah. Dia datang setelah dijemput ayahnya, Jaja Jahrani (46). Marwah mengungkapkan perasaan bahagianya, karena selama tiga bulan terakhir ini dirinya selalu menangis memikirkan keberadaan sang putri yang entah dimana.

“Saya langsung memeluk Ani, saat malam tadi. Alhamdulillah, Allah kasih jalan. Allah pertemukan kembali keluarga kami untuk bersama. Saat melihat Ani, hati saya sakit, karena Ani lebih kurus, wajahnya tirus, dan tatapannya kosong seperti menanggung beban,” ungkap Marwah dengan meneteskan airmata, Minggu (4/5).

Informasi yang dihimpun Satelit News, Anita (20) menghilang sejak Senin (10/3). Pihak keluarga telah melaporkan kehilangan Anita, mulai dari kampung-kampung, kecamatan, kelurahan, bahkan ke Polres Serang, membuat laporan kehilangan.

Namun menurut ayah korban Jaja, saat melapor ke Polres, jawaban yang dilontarkan petugas piket di kepolisian itu kurang mengenakkan. “Kalo anak lelaki dan perempuan kabur, berarti minta dikawinin,” ujar jaja menirukan ucapan anggota Polres yang menerima pengaduan.

Jaja menjelaskan, keluarga melapor ke Polres Serang setelah tiga minggu Anita hilang. Dia mengaku, lamanya melapor bukan karena telat. Awalnya pihak keluarga fokus menenangkan ibu korban, dan keluarga meminta sanak saudara untuk mengurus laporan penculikan Anita, namun hingga minggu ketiga belum juga dilaporkan.

Sementara saat ditemui wartawan, Anita, masih terlihat trauma. Dia juga membeberkan perilaku Mislahudin, yang selama 6 bulan ini menjalin hubungan kekasih dengannya. Awalnya, korban dijemput paksa saat hendak berangkat ke kampus pada Senin pagi pukul 07.00 WIB. “Saya diminta untuk ikut pelaku dan tidak diperbolehkan kuliah,” tutur Ani saat ditemui di kediamanya di Jalan Raya Jakarta Kp. Nambo Ciruas Serang, Minggu (4/5).

 “Saya merasa takut saat dia memaksa saya untuk ikut dengannya. Setelah itu, tas dan handphone disita dia (Mislahudin-red). Saya juga gak tau mau dibawa kemana. Sampai Terminal Pakupatan, saya dipaksa ikut dengannya naik bus jurusan Bandung lewat jalur Puncak. Saya masih takut, mau ngehubungin orang tua ga bisa karena Hp saya di dia. Posisi saya juga sedang tidak memegang uang. Dengan perasaan takut, saya ikuti hingga pikul 10.00 WIB. Kami tiba di Bandung, dan saya diajak muter-muter hingga pukul 22.00 WIB. Sepertinya dia sudah merencanakan penculikan ini, karena dia gak kerja tapi bawa uang banyak,” beber mahasiswi kebidanan semester 4 SDI Bina Husada di Melandang Ciruas Kota Serang ini kepada Satelit News.

Selama disekap di rumah kost di daerah Cisarua Bogor, dirinya kerap disiksa jika merengek minta pulang. Bahkan Ani sudah beberapa kali kabur, namun beberapakali juga diketahui aksinya oleh pelaku. “Dia itu psikopat mba, tatapan matanya tajam, kalau saya nanya dia marah. Selama di Bogor, saya kerap disiksa, di pukul, di cubit, di tampar bahkan dijedotin ke tembok. Gak jelas suka tiba-tiba marah, banyak bohongnya,” ungkap Ani dengan nada tersengal-sengal menahan emosi.

Hingga berita ini diturunkan, Anita masih trauma. Korban masih menangis jika mengingat kejadian tersebut. Menurut keluarga Ani, pelaku penculikan yang juga mantan kekasih korban sudah ditangkap dan saat ini telah dipindahkan ke Polres Serang. Kemudian, Pihak Polres juga membawa Anita untuk di visum. (mg-11/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.