Dinkes Tengok Bocah Berkantong Urine

TIGARAKSA,SNOL— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, akan melakukan upaya untuk membantu Putra Ardiansyah (12), yang selama 10 bulan hidup dengan kantong urine kemana-mana, karena saluran kencingnya putus akibat jatuh dari truk.

Kepala Dinkes, Naniek Isnaini mengatakan, pihaknya akan menyambangi rumah anak tersebut di Kampung Pabuaran RT.02/02 Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan. Dinkes akan mengumpulkan data terkait tidak disegerakannya operasi penyambungan saluran air kencing terhadap Putra, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

“RSCM merupakan rumah sakit yang dirujuk dari seluruh Indonesia, kemungkinan jadwal operasinya padat. Kami akan segera melakukan upaya untuk segera melakukan operasi kepada Putra,” ujar Naniek, Minggu (4/5).

Terkait dokter bedah RSCM yang kerap gonta-ganti, Naniek menjelaskan, dokter bedah disana merupakan suatu tim. Keluarga Putra pasti tidak hanya menemui dokter bedah yang sama jika melakukan check up. Namun demikian, pihaknya akan mengecek data keluarga Syaefudin, yakni ayah dari Putra. Jika mereka keluarga tidak mampu, pihaknya akan membantu meringankan biaya operasi nanti. “Kami siap untuk membantu keluarga Putra sampai segera diberikan pelayanan kesehatan di RSCM,” ujarnya.

Seperti telah diberitakan koran ini. Miris rasanya melihat Putra Ardiansyah (12). Selama sepuluh bulan terakhir, bocah warga Kampung Pabuaran RT 02/02 Desa Karang Tengah Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang itu terpaksa membawa kantong urine kemana-mana karena saluran kencingnya putus akibat jatuh dari truk.

Ditemui di rumahnya, Jumat (2/5), Putra terlihat banyak bicara. Dia terlihat ingin aktif berbincang-bincang atau bergerak. Namun keinginannya bergerak harus dipendam. Kantong urine berwarna putih dengan lebar sejengkal yang harus terus dia bawa membuat pelajar kelas 5 SDN Malang Tengah, Pagedangan itu tak leluasa berpindah posisi atau melakukan kegiatan. Dia lebih sering menghabiskan waktunya di dalam rumah.

Sesuai namanya, kantong urine milik Putra dibutuhkan untuk menadahi air seni pemiliknya. Lazimnya, air seni lelaki akan keluar dari alat vitalnya. Namun karena saluran menuju kandung kemih rusak akibat kecelakaan, maka dibuatlah saluran lain dengan membuat lubang di perut Putra. Dari lubang kecil tersebut, air seni Putra dialirkan ke kantong urine yang dibawanya kemana-mana, baik ketika bepergian atau saat tidur sekalipun. (mg-19/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.