Proyek Dibangun, Izin Baru Diurus

PINANG, SNOL—Pertumbuhan di sektor properti di Kota Tangerang cukup tinggi. Namun sayangnya, hal itu tidak diimbangi dengan tingkat kesadaran untuk mengurus segala bentuk perizinan. Seperti yang nampak di kawasan Alam Sutera Kav 9, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang. Sejumlah kejanggalan terlihat pada bangunan yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi ini.

Jika seyogyanya mereka yang hendak mendirikan bangunan memasang plang proyek setelah izin dikantongi dari Badan Pelayanan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPPMPT) setempat, namun tidak demikian dengan bangunan-bangunan tersebut. Padahal bangunan yang rencananya digunakan untuk show room mobil ini telah berdiri tiang-tiang pancang kontruksi.

Terkait kejanggalan proyek bangunan dimaksud, Kepala BPPMPT Kota Tangerang Karsidi yang dikonfimasi mengakui bahwa pemilik bangunan yang berada di kawasan Alam Sutera itu baru mengajukan izin IMB pada minggu kemarin.

Tapi kata Karsidi, dirinya tidak tahu kalau pemilik bangunan ini sudah mulai membangun proyeknya. “Memang benar, pemilik bangunan ini, baru mengajukan perizinan kepada kami. Dan sedang kami proses, terkait mereka sudah membangun silahkan tanya kepada Dinas Tata Kota sebagai pengawas bangunan,” ujar Karsidi, akhir pekan lalu.

Jika mereka melakukan pelanggaran sambung Karsidi, tugas dari Dinas Tata Kota dan Satpol PP untuk menindaklanjutinya. “Mereka (SKPD) yang memiliki kewenangan untuk melakukan tindakan. Karena BP2T hanya sebatas pengurusan perizinan saja,” tukas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum ini.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan pada BPPMPT Kota Tangerang, Iid mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi siapa pun yang ingin mendirikan bangunan, harus mengurus IMB terlebih dahulu sebelum membangun, dan wajib memasang papan proyek perizinannya.

“Mengurus IMB tidak lama kok, asalkan semua persyaratan dipenuhi. Hanya dengan 14 hari IMB ini bisa diterbitkan. Ini yang masih salah paham oleh masyarakat, izin baru mau diurus tapi proses pembangunan sudah berjalan,” ujar Iid.

Kepala Dinas Tata Kota, Dafyar Eliadi Hardian dan Kepala Satpol PP Kota Tangerang Mumung Nurwana ketika dikonfirmasi mereka kompak mengaku akan mengecek terlebih dahulu ke lapangan. Kata Mumung, dirinya akan menutup bangunan ruko itu jika diketahui tidak memiliki IMB. Sementara Dafyar, akan memerintahkan tim Pengawasan dan Bangunan (Wasbang) Dinas Tata Kota untuk mengecek lapangan. “Akan kita cek terlebih dahulu, jika memang tidak ber-IMB akan ditutup,” tegas Mumung. (jojo/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.