Eksekutor Lahan Lari Tunggang Langgang

Mau Dilempar Zat Kimia Saat Penyitaan di Solear

SOLEAR,SNOL— Rencana petugas Pengadilan Negeri Tangerang melakukan penyitaan lahan 1000 meter persegi di kampung Pesangrahan Desa Solear Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, Rabu (7/5) siang berakhir berantakan. Eksekutor lahan dari PN Tangerang lari tunggang langgang meninggalkan lokasi sebelum membacakan surat penyitaan karena pihak pemilik tanah mengancam melempari mereka dengan ember berisi cairan kimia dan bom Molotov.

Eksekusi itu sebenarnya mendapatkan pengawalan cukup banyak dari puluhan anggota kepolisian, polisi militer dan Satpol PP Kabupaten Tangerang. Namun suasana panas dan rawan gesekan

 sudah terjadi ketika juru sita PN Tangerang hendak membacakan surat penyitaan. Polisi juga sudah mendapatkan informasi pemilik lahan atau pihak termohon sudah menyiapkan sejumlah bom Molotov untuk melakukan perlawanan kepada petugas. Maka ketika termohon mengancam melempar cairan berisi zat kimia ke tim eksekutor, petugas memilih mundur.

Kepolisian dipimpin Kabag Ops Polresta Tangerang Kompol Jakarsih dan Kapolsek Cisoka AKP Agus Hermanto kemudian melakukan mediasi dengan pengacara termohon dan perwakilan PN Tangerang. Atas hasil pertemuan tersebut, eksekusi tidak dapat dilakukan karena dikhawatirkan apabila dilanjutkan akan jatuh korban banyak. Selain itu, eksekusi akan merugikan masyarakat sekitar karena lokasi berdampingan dengan SPBU yang dinilai sangat rentan apabila terjadinya keributan dan kebakaran.

“Untuk hari ini, eksekusi lahan ditunda dahulu sampai dengan ditemukannya titik temu antara pihak termohon dan tim eksekusi PN Tangerang,” pungkas Agus Hermanto, Kapolsek Cisoka, kemarin.

Pengacara termohon (Muhammad Radi), Muhammad Siban mengatakan pihaknya meminta Pengadilan Negeri Tangerang melakukan penangguhan eksekusi. Saat ini, ini pihak termohon sudah melakukan kasasi permasalahan tanah yang bersengketa kepada pengadilan.

“Muhammad Radi memohon agar eksekusi hari ini dapat ditunda terlebih dahulu, karena pihak keluarga sedang melakukan kasasi,” ujar Siban. Dia menambahkan, apabila pengadilan melakukan eksekusi maka pihak keluarga sudah menyiapkan perlawanan. Keluarga Muhammad Radi menyiapkan cairan kimia untuk melakukan perlawanan terhadap tim eksekusi.

“Cairan tersebut berbahaya apabila mengenai kulit sehingga kami meminta kepada pengamanan jalannya eksekusi untuk mengantisipasi jatuhnya korban. Juga meminta supaya eksekusi dapat ditunda dahulu,”ujar Siban.

Kapolsek Cisoka AKP Agus Hermanto mengatakan sudah mendapatkan laporan rencana eksekusi lahan sejak hari Minggu lalu (4/5). Pihak Polsek kemudian mengirimkan anggota untuk bertemu dengan keluarga Muhammad Radi untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan sengketa tanah. Dari pertemuan tersebut, diketahui rencana penyitaan terkait lelang yang telah dilakukan Bank Danamon. (mg19/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.