Tim Ahli dan Jaksa Uji Petik Kapal Inkamina 367

PANDEGLANG,SNOL— Tim gabungan yang terdiri dari empat orang tim ahli perkapalan, ahli kayu dan ahli mesin kapal, bersama delapan orang tim jaksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang, melakukan uji petik kapal Inkamina 30 Grass Ton (GT) di Desa Labuan, Kecamatan Labuan.

Tim ahli dan jaksa yang turun ke lokasi, melakukan uji petik sekitar 4 jam. Mereka tiba di lokasi pada pukul 10.30 WIB menggunakan 3 unit mobil. Diantaranya Avanza Silver Nopol A 857 K, Avanza hitam B 1843 URC dan Pajero Sport Merah Ati Nopol B 1557 NJB. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan pemeriksaan seluruh bagian kapal.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pandeglang Masmudi mengatakan, karena kapal itu dibuat dari kayu, maka pihaknya menurunkan tim ahli kayu. Sekaligus mengidentifikasi mesin serta seluruh perangkat perkapalan yang ada di kapal Inkamina 367 itu.

“Pemeriksaan ini untuk membuktikan sesuai tidaknya spesifikasi yang ada di dalam kapal ini. Hasilnya nanti akan kami evaluasi dan dianalisa dengan tim ahli dua atau tiga hari ke depan,” kata Masmudi, Kamis (8/5).

Pantauan di lokasi, kedatangan tim ahli dan tim jaksa juga didampingi anggota kepolisian sektor (Polsek) Labuan, satu persatu masuk ke dalam kapal untuk melakukan pemeriksaan material fisik kapal serta alat tangkap yang ada di dalam kapal tersebut. Bahkan, beberapa Anak Buah Kapal (ABK) yang ada di lokasi juga turut menunjukkan beberapa bagian yang dibutuhkan tim penyidik dan ahli.

Pemeriksaan fisik atau uji petik kapal tersebut berkaitan dengan kasus yang sedang ditanganinya, yaitu dugaan korupsi pengadaan kapal 30 GT, senilai Rp 1,3 miliar di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tahun 2012, dengan tersangka mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kamdan Suhandana.

“Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan BPKP untuk memastikan kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini,” tambahnya.

Seperti telah diberitakan, Kejaksaan Negeri Pandeglang memeriksa tiga orang Syahbandar Anyer dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal 30 GT, senilai Rp 1,3 M di DKP tahun 2012, (7/5) lalu. Ketiganya diperiksa untuk memperkuat dan mengetahui kelengkapan penerbitan administrasi perkapalan dalam kasus yang menjerat mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pandeglang, Kamdan Suhandana sebagai tersangka tersebut.

Ketiga syahbandar itu diperiksa sekitar 4 jam dimulai pukul 13.00 WIB di ruang penyidik Pidsus Kejari Pandeglang. Sayangnya, penyidik enggan membeberkan nama-nama ketiga syahbandar tersebut. Dengan pemeriksaan ketiganya maka jumlah saksi yang diperiksa mencapai 26 orang. Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pandeglang, Masmudi mengatakan, puluhan saksi yang sudah diperiksa terdiri dari unsur pejabat DKP, konsultan perencanaan, Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP), Panitia Pengadaan Barang, Bendahara pengeluaran DKP dan beberapa pihak terkait lainnya. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.