Karo Kesra Banten Turut Terperiksa

Dugaan Korupsi Hibah/Bansos

PANDEGLANG,SNOL—Penyelidikan kasus dugaan korupsi dana Hibah/Bansos Pemprov Banten tahun 2010-2011, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang terus dilakukan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil atau memeriksa Kepala Biro (Karo) Kesra Pemprov Banten.

Kepala Seksi (Kasi) intel yang juga sebagai bagian Humas Kejari Pandeglang Andi Metrawijaya mengatakan, sudah 30 orang saksi yang diperiksa dalam kasus tersebut. Terdiri dari unsur yayasan, staf Kesra Pemprov Banten dan beberapa pihak lainnya, yang terindikasi menerima dana Bansos/Hibah itu.

“Kami masih membutuhkan keterangan dari Karo Kesra Banten. Oleh karena itu kami masih akan memanggilnya sebagai saksi dalam kasus ini,” kata Andi, seraya mengatakan bahwa pihaknya sudah memeriksa 3 orang staf Kesra Banten, Selasa (20/5).

Dari keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa, masih dibutuhkan pendalaman dan pemeriksaan lanjutan. Dengan demikian, pihaknya belum bisa menjelaskan berapa kerugian negara yang ditimbulkan dan jumlah yayasan yang akan diperiksa, karena hal itu terkait materi penyelidikan yang dilakukan penyidik.

Kejari juga butuh keterangan ahli dan beberapa tahapan proses lainnya.

 Sampai saat ini, pihaknya juga belum bisa memberikan deadline atau batasan, kapan akan dinaikan statusnya menjadi penyidikan.

Pihaknya butuh waktu yang cukup panjang dan proses maksimal dalam menuntaskan perkara itu. “Untuk menghitung kerugian negara, kami butuh koordinasi dengan tenaga ahli. Kami tetap fokus dan kasus ini salah satu prioritas kami,” tambahnya.

Terakhir pemeriksaan dilakukan terhadap 5 orang staf Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang, yaitu pada Senin(19/5) lalu. Untuk meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan, butuh dua alat bukti.

Kepala Kejari Sitti Ratnah mengatakan, penanganan kasus itu dikoordinasikan secara intensif dengan Kejati Banten dan Kejagung RI. Bahkan ada beberapa hal atau poin yang penanganannya ditangani Kejati Banten. “Kasus bansos/hibah ini kan bukan hanya ditangani Kejari Pandeglang saja, tapi Kejati Banten juga,” ungkapnya.

Seperti telah diberitakan, dari hasil pemeriksaan, diketahui rata-rata pagu anggaran yang seharusnya diterima sekitar Rp 500 juta–Rp 1,5 miliar. Namun, realisasinya tidak sesuai dengan yang dianggarkan. Setiap minggu, ada saja pihak yang diperiksa secara bertahap, untuk mendalami kasus tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana Bansos/Hibah Pemprov tahun 2011 mencapai Rp391,463 miliar, yaitu Rp340,4 miliar dana hibah danRp51 miliar dana bansos. Dengan jumlah penerima mencapai ratusanyayasan, lembaga atau instansi lainnya. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.