SDN Panongan I dan II Kembali Disegel

PANONGAN,SNOL—Siswa kelas 6 SDN Panongan I dan II nampak tidak tenang mengerjakan ujian sekolahnya. Perasaan tersebut bukan karena tidak bisa mengerjakan soal US, melainkan mereka khawatir penyegelan atas sekolahnya akan terjadi.

Pasalnya, saat mereka tengah serius mengerjakan US, Selasa (20/5) pagi, ada beberapa orang yang mengatasnamakan diri sebagai pemilik hak atas tanah milik ibu kasti menyegel sekolah mereka dengan memasang palang bambu dan spanduk yang bertuliskan tanah ini hak milik ibu Kasti.

Kepala sekolah (Kepsek) SDN Panongan II Uus Maryatin mengatakan, dengan adanya aksi tersebut tentunya aktifitas US yang tengah dilaksanakan menjadi terganggu. Konsentrasi siswa menjadi terganggu karena sulit untuk akses keluar masuk jika sekolah disegel seperti ini. “Mudah-mudahan sengketa ini segera ada jalan keluarnya. Jangan sampai berdampak terhadap kegiatan belajar dan mengajar di sekolah ini, khususnya ujian sekolah ini yang sedang berlangsung” katanya.

Kata yang sama dilontarkan pula oleh Aswan Kepsek Panongan I, dirinya mengharapkan supaya proses penyegelan ini tidak terus berlanjut. Aksi penyegelan ini menurutnya aneh, karena anak-anak Ibu Kasti pun tidak mempermasalahkan tanah tersebut. Namun dirinya mengakui bahwa ada beberapa orang dari sanak saudara Ibu Kasti yang keberatan akan berdirinya bangunan sekolah ini di atas tanah Ibu Kasti, “Semoga kedepannya ada jalan keluarnya yang tidak merugikan pihak manapun,” ungkapnya.

Ibu Kasti sendiri sebenarnya sudah lama meninggal dunia. Ibu Kasti memiliki 3 orang anak, yakni Mursinah, Mursiah dan H Johani. Ketiga orang anaknya tersebut tidak keberatan mengenai dibangunnya SDN di atas tanah tersebut. Mereka mengaku tidak tahu tentang penyegelan yang dilakukan, mereka tidak ikut-ikutan mendukung ataupun merecoki aksi tersebut.

Namun mereka mengklaim bahwa seharusnya yang bertanggung jawab atas tanah tersebut merupakan tanggung jawab mereka, karena Ibu Kasti merupakan Ibu mereka. “Kami tidak tahu tentang aksi ini, soalnya masalah ini sudah lama terjadi. Kami tidak keberatan sama sekali dengan keberadaan sekolah ini, Ibu kami saja tidak keberatan,” ujar Mursiah.

Mursiah menambahkan, almarhumah Ibu mereka sama sekali tidak keberatan lahannya digunakan untuk dibangun sekolah. Namun ada beberapa pihak keluarga lainnya yang keberatan, karena sampai saat ini pemerintah daerah belum jelas memberikan penggantian atau tidaknya atas penggunaan tanah tersebut. “Kami merasa almarhumah tidak tenang jika terus-terusan ada aksi penyegelan seperti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ipda Ucu Nuryandi Kanit Reskrim Polsek Panongan terlihat mengawasi jalannya aksi penyegelan tersebut. Dirinya akan memediasi para penggugat dan aparat pemerintah setempat. “Untuk saat ini kami sedang menunggu pihak dari pemerintah untuk berdiskusi dengan keluarga penggugat. Pihak kepolisian hanya berjaga-jaga untuk mengantisipasi jika ada keributan,” pungkas Kanit. (mg19/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.