Bisnis Seks via Ponsel Terbongkar

SERANG,SNOL—Perkembangan teknologi informasi banyak membawa manfaat bagi masyarakat. Namun ada juga yang memanfaatkannya untuk hal negatif, seperti Rusmini (43), wanita yang memanfaatkan teknologi telepon genggamnya untuk membangun bisnis esek-esek.

Rusmini yang biasa disapa Mami Ros oleh pelanggannya, berbisnis esek-esek melalui telepon genggam. Pesanan wanita penghibur oleh para lelaki hidung belang diterimanya melalui gadgetnya. Hasilnya tidak tanggung-tanggung, bisnis yang diperuntukkan bagi pria hidung belang itu dalam sepekan omzetnya puluhan juta rupiah.

Nahas bagi Mami Ros, karena polisi berhasil mencium bisnis haram yang dikendalikan dari salah satu penginapan di Kota Serang ini. Untuk membongkar bisnis haram ini, pada Jumat (23/5), Polisi sampai harus berpura-pura menjadi pelanggan yang menyewa dua wanita melalui telepon genggam. Hasilnya barang bukti satu pak kondom dan uang sebesar Rp1 juta diamankan Polisi.

Mami Ros menjadi perantara bagi para lelaki dengan menyalurkan beberapa buruh perempuan untuk melayani pelanggannya. Untuk melancarkan bisnisnya Mami Ros menyewa tiga ruangan di sebuah penginapan. Di sanalah ia membuka lapak perdagangan jasa pemuas nafsu.

“Saya tidak pernah menawarkan kepada PSK, Saya juga tidak nyiapin anak-anak (pekerja seks komersil, red). Saya cuma sedang menunggu pacar dan kebetulan ada yang datang dan meminta saya menghubungkan,” jelasnya saat menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Serang, Minggu (25/5).

Tarif yang dipatok Mami Ros dipasang untuk Short Time sebesar Rp500 ribu. Mami Ros mendapat jatah Rp200 ribu dari tiap transaksi. Namun dihadapan polisi, Mami Ros membantahnya.

R (18) dan N (19) merupakan dua wanita yang menjadi ‘ladang’ Mami Ros. Padahal Keduanya karyawan perusahaan pabrik sepatu. Bahkan N tidak lain adalah keponakan Mami Ros sendiri.

“Transaksi melalui saya. Kalau sudah jadi dibawa ke luar. Saya dapat Rp50 per orang. Kakak saya kawin dengan tantenya N,” pungkasnya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Serang Aiptu Juwandi mengatakan, sebelumnya petugas mencurigai tempat tersebut dijadikan ajang transaksi para hidung belang. “Awalnya satu minggu lalu ada laporan kepada kami. Setelah kami selidiki memang ada yang menyewa tiga kamar khusus untuk melayani para hidung belang,” ungkapnya kepada wartawam.

Praktik ini sendiri sudah berjalan selama tiga bulan. Dari tiap transaksi, Mami Ros memasang tarif sekali kencan dengan wanita pekerja Rp500 dan Rp700 ribu dengan pelajar SMA. Di kamar praktik mesum tersebut, lanjut Juwandi, disediakan kondom dan handuk.

Mami Ros dijerat dengan Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara. “Kalau yang kita amankan semuanya karyawati. Padahal aparat juga pesan yang masih SMA tapi karena lama dan khawatir operasi tercium maka kita amankan yang ada saja. Sudah disediakan di tiap kamar. Kondom diberikan oleh tersangka,” pungkasnya. (bagas/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.