Anak Dibunuh, Ibu Histeris

CURUG,SNOL—Suasana pilu mewarnai atmosfer rumah duka almarhum Yuka Valeanda (20), di Kampung Sentul 04/02, Kelurahan Curug Kulon Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Yuka menjadi korban pertikaian antar pemuda setempat dan pendatang di kampung itu Senin (26/5) malam.

Saat prosesi pemakaman, Suparmi (60) ibunda Yuka tidak kuasa menahan luapan kesedihannya. Berulang kali Suparmi jatuh pingsan dan menjerit histeris saat jenazah diantarkan ke pemakaman. Suparmi tidak rela anak bungsu dari tujuh bersaudaranya meninggal karena dibunuh. “Yukaaa, mamah tidak relaa. Tangkap pembunuhnya!!!,” teriak Suparmi.

Yuka tewas karena ditikam menggunakan senjata tajam usai dikeroyok tiga orang pelaku yang mengontrak di pinggir rumahnya. Kejadian tersebut bermula saat beberapa hari lalu korban menegur pelaku karena suara musik yang dimainkan di kontrakannya terlalu keras. Senin malam (26/5), tepat di depan sebuah warnet yang tidak jauh dari rumahnya korban ditemui tiga pelaku. Teguran korban beberapa hari lalu ternyata tidak bisa diterima oleh pelaku. “Cekcok mulut pun terjadi dan pertikaian tidak terelakkan,” ujar Agung (32) salah satu tetangga korban.

Warga tidak ada yang keluar saat pertikaian terjadi karena dicurigai hanya ribut biasa. Namun tidak berapa lama ternyata ada yang terluka. Warga pun akhirnya berhamburan keluar rumah. Di lokasi kejadian, korban sudah terkapar di tanah akibat luka tusukan senjata tajam di bagian dada. Warga kemudian membawa korban ke rumah sakit. Setelah melakukan penusukan, para pelaku langsung melarikan diri entah kemana.

Kapolsek Curug Kompol Gatot Hendro menjelaskan bahwa korban tidak bisa lagi diselamatkan karena luka tusukan senjata tajam di dada sebelah kirinya. Saat itu juga, jasad korban langsung dilarikan ke RSUD Tangerang untuk keperluan otopsi. Dari hasil keterangan sejumlah saksi mata, penyebab pertikaian itu berawal ketika korban menegur ketiga pelaku yang mengontrak di samping rumahnya. Korban meminta ketiga pelaku untuk tidak membuat kegaduhan karena mengganggu kenyamanan warga.

“Saat pertikaian terjadi, salah satu pelaku mengeluarkan pisau dan menusukannya ke dada korban hingga terkapar. Ketiga identitas pelaku sudah kami miliki, saat ini petugas sedang memburu mereka bertiga,” kata Kapolsek.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP) dan dilakukan pemeriksaan dari beberapa saksi, petugas berhasil mengamankan satu buah pisau lipat dari lokasi kejadian yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban. Petugas juga berhasil mengantongi nama ketiga pelaku, yakni Iin Ristiawan, Merlin, dan Jauhari. Warga yang mengontrak di samping rumah korban tersebut diketahui atas nama Iin Ristiawan, warga Palembang. Dia mengontrak disana sudah 4 bulan. Kontrakannya telah digeledah petugas dan dari dalam kontrakannya, polisi mengamankan sebuah HP yang diduga milik pelaku. (mg19/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.