Bela Suarez, Tabarez Ancam Hengkang dari FIFA

KONTROVERSI terkait insiden gigitan yang dilakukan Suarez dan sanksi hukuman yang diberikan FIFA masih menjadi pergunjingan. Pelatih Uruguay, Oscar Tabarez mengancam akan mengundurkan diri dari FIFA.

Menurutnya apa yang dilakukan FIFA terhadap Suarez itu adalaha hal yang terlalu berlebihan.”Ini semua salah kaprah, Suarez hanya menjadi kambing hitam di sini,” tegas Tabarez.

Pelatih berusia 67 itu akan segera melayangkan surat kepada FIFA untuk meninggalkan kerjaannya pada bagian studi teknis dan komite strategis.

“Sangat tidak nyaman jika kita berada dalam sebuah oraganisasi yang dipenuhi orang-orang yang memberikan sebuah keputusan tanpa melakukan kompromi terlebih dahulu,” papar Tabarez saat melakukan konferensi pers jelang babak 16 pertemuan Uruguay dengan Kolombia.

“Saya rasa jika hukuman yang diterima oleh Suarez lebih condong dari sudut pandang media. Kami tahu jika itu sebuah kesalahan, namun, ini sudah sangat berlebihan,” imbuhnya.

Kejadian Suarez menggigit bek tengah Italia Giorgio Chiellini itu saat Uruguay menang 1-0 atas Italia pada hari Selasa kemarin (24/6). Hukuman yang diterima El Pistolero -julukan Suarez- memang cukup berat. Dia mendapat hukuman berupa skors sembilan pertandingan internasional, tak boleh melakukan kegiatan sepak bola selama empat bulan, dilarang memasuki stadion selama empat bulan, dan denda sebesar 100.000 franc Swiss (setara Rp 1,4 miliar).

Sementara itu sekertaris Jendral Jermoe Valcke. Mengungkapkan bahwa hukuman yang diterima oleh stiker Urugay tersebut sudah setimpal. Dia berujar jika Suarez harus pergi ke psikiater untuk memeriksakan mentalnya.

“Apa yang dia (Suarez, Red) lakukan jelas salah. Mungkin pada kejadian pertama, kita masih menganggap itu insiden. Tapi jika lebih dari sekali, tentu itu bukan lelucon lagi, dan Suarez harus mendapatkan hukuman berat agar dirinya jera,” Jelasnya.

Dia menerangkan bahwa kebiasaan tak bertanggung jawab Suarez itu akan berdampak sangat negatif, Sebab, insiden yang tertangkap kamera itu disaksikan ratusan juta orang di suluruh dunia.”Apa yang akan terjadi jika kejadian itu disaksikan oleh anak anda, bisa saja saat sedang bermain sepak bola, anak anda melakukan hal yang tak terpuji itu,” ungkapnya.

Meskipun banyak yang mengecam tindakan Suarez itu, masih ada orang memberikan simpati. Salah satunya datang dari Maradona, mantan pemain Argentina itu memberikan komentar terhadap Suarez saat diwawancarai di sebuah stasiun televisi.

Dia mengatakan sanksi itu sangat keji. Menurutnya FIFA telah mengamputasi karir seorang pemain yang memiliki bakat luar biasa. FIFA tidak memikirkan kepekaan para fans Suarez.

“FIFA seolah memborgol Suarez dan melemparkannya di Guantanamo. Ini sangat tak adil,” ungkapnya, selain itu untuk menunjukan dukungannya pemain yang juga dikenal dengan kontrofersi peristiwa “tangan tuhan” itu mengenakan sebuah kaos dengan burtuliskan “Luis, Kami bersamamu”.

Sementara itu, Chiellini mengatakan bahwa dirinya sudah tak ada perasaan marah terhadap Suarez. Hal itu dia ungkapkan dalam situs pribadinya.

“Saya percaya bahwa ini memang harus ada hukumannya, dan saya percaya bahwa hukuman yang diberikan oleh pihak yang berkompeten. Tapi di sisi lain saya juga merasa bahwa hukuman tersebut berlebihan,” tulis Chiellini.

“Kini yang saya pikirkan adalah keluarga Suarez, mungkin saat setelah ini mereka akan mengalami masa-masa yang menyulitkan,” imbuhnya.

Walau striker Uruguay itu mendapat masalah cukup besar, ternyata tak membuat klub-klub besar mengedorkan niat untuk memburu pemain yang menyandang predikat top skor Premier League tahun lalu tersebut. Real Madrid dan Barcelona menyatakan ingin menggaetnya.

Namun pihak Liverpool mengatakan tak akan memberikan Suarez begitu saja. The reds – julukan Liverpool – akan melepaskan stiker berusia 27 itu, jika ada klub yang berani membayar harga 40 pounds.(jar/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.