Mahasiswa dan Anggota DPRD Saling gebrak Meja

PANDEGLANG,SNOL– Audiensi antara Mahasiswa dengan anggota DPRD Kabupaten Pandeglang diwarnai aksi saling gebrak meja. Sejumlah wakil rakyat terpancing emosi saat para aktivis kampus itu menyebarkan rilis di ruang rapat Banmus. Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Peka Publik Law, mendatangi gedung dewan untuk menyampaikan aspirasinya, terkait program pembangunan APBD

Tahun Anggaran (TA) 2015. Awalnya, para pendemo berorasi di depan gerbang dan pintu masuk gedung DPRD, namun akhirnya mereka dipersilahkan masuk untuk beraudiensi dengan pimpinan dan anggota dewan. Dalam audiensi itu, tiba-tiba terjadi saling gebrak meja antara pendemo dengan anggota dewan.

Anggota komisi III DPRD Abdul Azis, rupanya terpancing emosi oleh para pendemo dan tiba-tiba menggebrak meja. ”Kami geh bisa kikituan mah (Kami juga bisa gitu-gituanmah),” cetus anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, Senin  (4/5).

Reaksi itu bermula saat para pendemo yang menyampaikan aspirasinya seolah tidak puas dengan jawaban atau tanggapan dari para anggota dewan. Sampai mereka menggebrak meja, dan kecewa dengan tanggapan aspirasinya. Salah seorang pendemo mengajak rekan-rekan mahasiswa lainnya keluar dan meninggalkan forum audiensi sambil menebar (mengaur-aur) rilis di ruangan tersebut. Namun hal itu dihadang dan diredam oleh aparat kepolisian serta beberapa anggota dewan yang terlibat dalam audiensi tersebut. Bahkan, wakil ketua DPRD Duriyat pun berteriak keras, meminta para mahasiswa duduk kembali dan melanjutkan audiensinya.

“Duduk dulu, mari selesaikan persoalan ini dengan kepala dingin. Jangan pakai emosi, kita sama-sama menghargai,” imbuh Duriyat.

Melihat forum semakin tidak kondusif, wakil ketua DPRD lainnya Yuliana Yusuf keluar menghindari forum. Dirinya khawatir, terjadi kekisruhan yang tak terkendali, sehingga memilih keluar.

Selanjutnya, audiensi dilanjutkan. Bahkan petugas pengamanan ditambah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Hampir disemua sudut ruangan Badan Musyawarah (Banmus), terlihat pengamanan kepolisian berseragam. Termasuk di pintu keluar Banmus.

Korlap I Novi Adavid mengatakan, reaksi yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa lainnya dianggap sebagai gejolak darah muda. “Intinya, kami ingin mendapatkan jawaban yang substansial dan tegas dari wakil rakyat. Jangan bertele-tele dan dibiaskan hanya pada tataran koordinasi saja,” ujarnya.

Diakuinya, ada beberapa rekannya yang sempat menggebrak meja dalam forum audiensi itu. Pihaknya menganggap itu sesuatu yang wajar, dengan harapan para anggota dewan bisa memberikan tanggapan dengan tegas dan memuaskan.

Pendemo lainnya Bambang Ferdiansyah menyatakan, kedatangannya itu hanya ingin mempertanyakan sejauh mana anggota dewan menjalankan fungsinya dalam mengawasi pembangunan di tahun 2015, karena hingga bulan kelima ini, program pembangunan di Pandeglang belum berjalan maksimal.

“Kami minta anggota dewan menekan dan mengontrol kinerja eksekutif. Jangan sampai program tahun 2015 ini molor dan tidak berjalan maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Diakhir pembicaraan, anggota dewan berjanji akan memperketat monitoring dan mendesak eksekutif dalam menjalankan program pembangunan. Bila perlu, mendatangi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) satu persatu. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.