Gudang Pengoplosan Gas Digerebek

CIPONDOH,SNOL—Aktivitas pengoplosan gas elpiji di Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang terbongkar. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek gudang pengoplosan gas 3 kg menjadi 12 kg milik Rinson Simbolon yang pernah ditangkap dalam kasus yang sama, Kamis (4/6) lalu.

Kepala Sub Direktorat I Tindak Pidana Ekonomi Tertentu Mabes Polri, AKBP Sandi Nugroho mengatakan penggeledahan dilakukan di Jalan Ki Hajar Dewantara Gang Halim RT 02 RW 03 No 4 Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Dari penggeledahan itu, polisi menetapkan satu tersangka bernama Rinson Simbolon (40) dan memeriksa empat orang saksi.

”Modus yang dilakukan tersangka yaitu menyuntikkan gas dari tabung 3 kg (subsidi) ke tabung 12 kg dan 50 kg yang untuk industri,” kata AKBP Sandi Nugroho‎, Jumat (5/6). Sandi menambahkan beberapa barang bukti yang disita yakni tabung gas 3 kg sebanyak 820 buah, tabung gas 12 kg sebanyak 197 buah, tabung gas 50 kg sebanyak 46 buah dan mobil bak terbuka sebanyak 3 unit.

“Menurut penuturan tersangka, pabrik itu telah beroperasi sekitar enam bulan. Pengoplosan gas tersebut tidak hanya merugikan tapi juga membahayakan konsumen karena membuat tabung rentan bocor,” ungkapnya.

Lurah Gondrong, Rudin mengatakan, pihaknya tidak mengetahui secara jelas terkait penggeledahan yang dilakukan oleh kepolisian. Menurutnya, tidak ada laporan aktivitas penggeledahan yang dilakukan polisi pada Kamis (4/6) lalu secara jelas.

“Waktu itu saya sedang kumpul sama para RT, tapi tidak dapat laporan. Dari Binamas juga tidak ada yang menyampaikan. Tapi memang tempat itu saya tahu dan sudah sangat meresahkan,” kata Rudin saat dihubungi tadi malam.

Rudin mengaku, ditempat tersebut memang sudah lama melakukan aktivitas pengiriman gas menggunakan truk. Menurutnya, dia memang mendapat laporan adanya pelanggaran pengoplosan gas dan sudah ditindaklanjuti.

“Pemiliknya sempat ditahan setelah keluar beroperasi lagi. Warga juga sudah demo meminta ditutup,”tambahnya. Rudin menambahkan, pihaknya berjanji akan memperketat pengawasan agar perihal serupa tidak terjadi lagi. Dirinya juga mengimbah agar warga yang memang mengetahui ada tindakan yang mencurigakan bisa segera melapor ke RT/RW setempat maupun Kelurahan.

 

Pemilik Pernah Ditahan karena Kasus yang Sama

Sehari setelah penggerebekan, Jumat (5/6), gudang tersebut tertutup rapat. Tidak ada tanda-tanda aktivitas karyawan yang sedang bekerja. Di gudang itu hanya tampak dua mobil truk berwarna merah dengan nomor polisi B-9037-X dan B-9357-CJ.

Dalam gudang tersebut tidak terdapat plang penjualan gas atau agen resmi dari Pertamina. Kemudian, di samping gudang juga terdapat rumah sang pemilik Simbolon yang dihuni oleh satu orang istri dan tiga anaknya.

Istri dari Ketua RW 03 Kelurahan Gondrong, Ina mengatakan telah mengetahui gudang milik Simbolon yang melakukan aktivitas pengoplosan gas. Menurutnya, tindakan curang itu telah berlangsung lama bahkan sempat gasnya meledak dan terjadi kebakaran pada tahun 2012 yang lalu.

“Dulu sempat meledak, ada korbannya 2 orang. Kalau tidak salah satu orang meninggal dunia,”kata Ina saat berbincang dengan Satelit News, Jumat (5/6).

Ina mengungkapkan, penggeledahan kali ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya sudah ada penggerebekan dan pemiliknya sempat ditahan. Saat itu kegiatan mengoplos gas sempat vakum sebentar sampai akhirnya beroperasi lagi.

“Gudang ini sempat didemo sama warga tapi tetap aja buka lagi. Kita juga gak tau kenapa bisa buka lagi,” ujarnya.

Menurut Ina, gudang pengoplos gas elpiji ini sudah beroperasi lebih dari empat tahun. Keberadaannya memang sudah sangat meresahkan. Pasalnya waktu pertama beroperasi suka tercium bau gas dan keluar bunyi-bunyian tertentu. Tapi setelah kejadian ada ledakan, pemiliknya lebih pintar sehingga tidak terdengar bunyi dan tak timbul baunya lagi.

“Kalau warga di sini tidak ada yang beli di gudang itu. Kalau dia sepertinya mengirim keluar karena gudangnya memang tertutup. Mobil datang bawa gas pintu langsung dikunci,” ungkapnya.

Salah seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, rumah dan gudang itu kurang lebih sudah ada sejak tahun 2006. Sebelumnya pemilik Simbolon berada di Kalideres Jakarta Barat dan kemudian pindah.

 “Pemiliknya tertutup. Paling istrinya yang kadang suka ngobrol itu pun tidak ke semua warga,” tambahnya. (uis/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.