Kemenag Tekan Penyerobotan Antrian Haji

JAKARTA,SNOL—Tren pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) terus mengalami tren peningkatan. Kementerian Agama (Kemenag) berupaya menekan potensi kasus penyerobotan antrian. Diantaranya adalah memperketat pelayanan pelunasan BPIH yang terpusat di sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat).

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Mochammad Jasin menjelaskan penguatan siskohat diantaranya dilakuan dengan audit khusus. “Audit ini untuk memastikan bahwa calon jamaah yang berhak melunasi BPIH benar-benar ditetapkan berdasarkan nomor antrian atau urut kacang,” kata dia di Jakarta kemarin.

Petugas dari Itjen Kemenag nimbrung dalam tim Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Mereka ikut mengawasi penentuan nama-nama calon jamaah haji (CJH) yang ditetapkan berhak lunas BPIH tahun ini. Server di Siskohat Kemenag ini terhubung sepanjang waktu dengan bank-bank penerima setoran awal BPIH. Sehingga setiap ada pendaftar haji baru, otomatis akan terekam dan masuk antrian.

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, masyarakat juga bisa berperan aktif untuk mencegah terjadinya penyerobotan. Dia menuturkan daftar CJH yang berhak melunasi BPIH 2015 sudah diumumkan beberapa waktu lalu.

Jika ada CJH yang tiba-tiba tidak bisa melunasi BPIH karena namanya tidak ada dalam daftar, masyarakat harus curiga. Kasus seperti ini bisa menjadi tanda-tanda telah terjadi penyerobotan kursi haji. Jasin menjamin bahwa penentuan nama-nama berhak lunas BPIH 2015 sudah disusun dengan baik. Tetapi tetap perlu dikawal selama proses pelunasan atau penyerapan kuotanya.

“Termasuk jika ada orang dalam Kemenag yang ngotak-atik daftar antrian haji, masyarakat bisa melaporkan ke Itjen,” katanya. Jasin menjelaskan Kemenag sedang berbenah untuk urusan pelayanan haji. Praktek jual-beli kursi antrian haji, akan mendapatkan sanksi berat hingga pemecatan sebagai PNS.

Hingga hari keempat masa pelunasan BPIH tahap pertama kemarin (5/6), Jasin mengatakan belum ada laporan penyerobotan antrian haji. Dia berharap hingga masa pelunasan BPIH ini tuntas, tidak terjadi kasus serobotan antrian haji. “Jamaah yang ada di antrian belakang, harus sabar. Karena secara nasional antriannya memang panjang,” jelas dia.

Dari total 154.049 orang CJH kuota berangkat 2015, sudah ada 60.415 orang CJH yang melunasi BPIH atau sekitar 39,22 persen. Sehingga sisa kuota CJH tahun berangkat 2015 yang belum melunasi BPIH ada 93.634 orang. Kemudian dari total 7,775 orang CJH kelompok kuota cadangan, sudah ada 182 orang yang melunasi BPIH.

Pelunasan BPIH tahap pertama ini dibuka sejak 1 Juni hingga 30 Juni nanti. Jika sampai penutupan masih ada sisa kuota, maka akan dibuka kembali pelunasan BPIH tahap kedua yakni pada 7-13 Juli. (wan/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.