Montir Nyambi Jual Ganja

SERANG,SNOL—Seorang montir berinsial SG (21) alias AD, dibekuk petugas Badan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten. Selain jadi montir, pelaku juga merupakan bandar ganja. Pelaku diciduk di sebuah bengkel di Kelurahan Parigi Kecamatan Jombang Kota Tangerang Selatan, Jum’at (05/06) sore kemarin sekitar 16.30 WIB.

Dari penangkapan SG ini petugas berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 4,6 kilogram ganja yang dikemas dalam beberapa paket kecil siap edar dan tiga bungkus ganja paket besar yang dilakban. Ganja tersebut diamankan petugas di dalam kamar tidur rumah SG.

Kepada awak media, SG mengaku nekad menjadi bandar narkoba karena penghasilannya sebagai montir di bengkel kecil. Untuk itulah ia mengaku nyambi menjadi bandar narkoba. “Buat kebutuhan sehari-hari aja uangnya, penghasilan di bengkel kecil,” ungkap SG di Kantor BNN Banten, Jalan Syeh Nawawi, Banjar Sari, Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (06/7).

SG mengaku sudah satu tahun berjualan ganja di bengkel. Ia mendapat untung sebesar Rp 100 ribu dari penjualan ganja per kilonya. “Pembelinya saya tidak kenal, entah siswa atau apa saya engga tahu. Tidak bisa dipastiin sehari laku berapa,” katanya.

Kepala Bidang Pemberatasan Narkoba BNN Provinsi Banten, AKBP Akhmad mengungkapkan, SG merupakan target operasi petugas. Dua pekan lebih petugas memantau gerak gerik SG  sebelum akhirnya ditangkap. SG mendapatkan ganja tersebut dari Aceh yang dipesannya oleh salah satu bandar disana. “Peredaran narkoba ini sudah beberapa pekan diselidiki beberapa, bandar ganja tersebut diketahui berinisial KV yang keberadaannya masih dicari,” ungkapnya.

Setelah mengamankan SG, barang bukti berupa 4,6 kilogram ganja dimusnahkan petugas di halaman kantor BNN Provinsi Banten. “Kita musnahkan 4,6 kilogram tapi kita sisihkan sedikit untuk barang bukti. Berkas untuk tersangka juga sudah rampung,” ungkap AKBP Akhmad.

Akibat ulahnya, SG akan dijerat pasal 114 ayat 2 subsider ayat 111 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 RI tentang narkotika dengan ancaman pidana enam hingga 20 tahun penjara. “Kita kenakan Pasal 114 ayat 2 subsider ayat 111 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 RI tentang narkotika, SG terancam 20 tahun penjara,”jelas AKBP Akhmad. (mg30/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.