8 Trayek Angkutan Semrawut

BALARAJA,SNOL—Organisasi Angkutan Daerah Kabupaten Tangerang mengeluhkan semrawutnya trayek angkutan umum selama satu tahun terakhir atau sejak tahun 2014. Sebanyak 8 rute perjalanan angkutan tidak bisa berjalan semestinya karena sering terjadi gesekan antar sopir di tingkat bawah.Ketua DPC Organda Kabupaten Tangerang Dan Persada menerangkan delapan trayek yang bermasalah itu yakni jurusan Legok-Cimone (R13), Legok-Pos-Poris Pelawad (R06), Cimone-Curug (R07), Cimone-Kavling Pemda-Curug (R07A), Balaraja-Supermal Karawaci (AK02), Perum Citra Raya-BSD (AK04), Citra Raya-BSD (AK03) dan Balaraja-BSD (AK05). Delapan trayek itu memiliki persoalan berbeda-beda.

Untuk rute R13 misalnya. Seharusnya angkutan kota bisa beroperasi dari Legok menuju Cimone. Tapi pada kenyataannya hanya sampai ke Pos atau Jalan Imam Bonjol Kota Tangerang. Kondisi serupa terjadi pada angkot R06. Rute seharusnya yakni Legok-Pos-Poris Pelawad. Namun angkot hanya beroperasi dari Legok sampai Pos sehingga menyebabkan adanya dobel trayek dalam rute ini.

Selanjutnya, kata Dan, R07 yang seharusnya melayani penumpang di rute Cimone hingga Pasar Curug justru tak pernah sampai di dua titik pemberhentian tersebut. Angkot hanya beroperasi dari Perumahan Binong hingga Pasar Malabar. Para sopir angkot ini dilarang beroperasi dari Binong hingga Curug oleh tukang ojek dan sopir angkutan R07A. Sementara mereka juga tidak pernah sampai ke Cimone.

“Kalau untuk trayek AK02, AK04, AK03 dan AK05 persoalannya satu yakni mereka melalui rute yang sama,”ungkap Dan Persada di kantor Organda Kabupaten Tangerang di Balaraja, Senin (8/9).

Ketua Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) 07, Ae Haerudin mengungkapkan di lapangan para sopir banyak yang mempermasalahkan trayek bermasalah. Dia meminta Organda bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menyelesaikan persoalan pelanggaran trayek yang terjadi di lapangan.

“Saat ini para sopir seringkali berunjukrasa karena ketidakpuasan dengan jalur trayek. Terakhir, unjuk rasa terjadi di kawasan Lippo. Di sana juga ada dobel trayek angkutan antara trayek 07, 06, R13 dan sehingga timbul persoalan,”ungkap Haerudin, kemarin.

Ketua KKSU 06 dan R13, Leman mengharapkan pemerintah mengembalikan jalur utamanya yakni dari Legok- Cimone dan Legok-Poris Pelawad. Saat ini, angkutan 06 dan R13 maksimal berhenti di Pos.

“Kalau dikembalikan trayeknya, pendapatan para sopir bisa bertambah. Tapi tentu saja, kami berharap agar seluruh KKSU dan pemerintah daerah baik Bupati, Walikota hingga Gubernur dapat duduk bareng membahas persoalan ini sehingga tak ada lagi sikut menyikut antar sopir di lapangan,”tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Nono Sudarno membenarkan banyak trayek bermasalah di lapangan. Itu terjadi karena ada tumpang tindih dalam pemberian izin trayek angkutan umum.

“Selain dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, izin trayek juga dikeluarkan pihak Pemerintah Provinsi Banten. Izin ini khusus angkutan kota yang melintasi dua wilayah,”ungkap Nono saat dihubungi kemarin. (harso/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.