Aksi Kejahatan Semakin Marak

PANDEGLANG,SNOL– Ditengah perekonomian masyarakat yang terus melemah, berdampak signifikan terhadap situasi sosial dan kehidupan masyarakat. Salah satunya yaitu, dampak negatif berupa maraknya Aksi tindak kejahatan yang mengarah ke kriminal semakin marak. Warga di Kampung Rumingkang Desa Curugbarang Kecamatan Cipeucang, resah. Menyusul maraknya aksi pencurian sepeda motor (Curanmor), yang mengarah kepada perampokan. Sejak awal September ini, sudah empat orang menjadi korban.Pada awal Januari 2015 lalu, rumah salah seorang anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, juga berhasil dibobol maling. Satu unit kendaraan roda dua raib.

Salah seorang korban pencurian Yati, mengaku pada Senin (7/9) lalu sekitar pukul 20.30 Wib motornya hilang. Pada waktu yang bersamaan juga sebuah matrial milik Hasan dibobol maling. Sementara, sekitar tiga minggu lalu rumah Nuri, juga dibobol. Sasaran pencurian yaitu, berupa sepeda motor yang dipakrir di rumah.

“Waktu itu hanya sekitar 5 menit saja saya masuk ke rumah, pas keluar lagi mau masukin motor, ternyata motor yang diparkir diteras depan rumah sudah hilang. Saya teriak-teriak minta tolong, dan warga berdatangan,” kata Yati, Selasa (8/9).

Sebelum ia jadi korban. Di kampungnya sudah tiga orang yang jadi korban pencurian. Saat ini, seluruh warga merasa resah dengan maraknya aksi kejahatan tersebut. Dia juga mengaku, sudah melaporkan hal itu ke kepolisian setempat, dengan harapan kasusnya bisa segera terungkap.

Korban lainya, seorang anggota DPRD Kabupaten Pandeglang M Habibi, membenarkan maraknya aksi pencurian itu. Ia juga mengaku, sudah melaporkan hal itu kepada Polsek Cimanuk, tapi sampai sekarang belum ada jawaban ditemukan kembali kendaraanya.

“Ini tidak bisa dibiarkan, warga di kampung resah. Kami harap, pihak kepolisian harus melakukan tindakan dan mencegah jangan sampai terulang kembali kejadian tersebut, karena korbannya sudah banyak sekali,” ujarnya.

Kejadian ini bukan hanya dikampungnya saja. Tetangga kampungnya juga mengalami hal serupa. “Bukan saya saja yang menjadi korban, tapi banyak. Malah di kampung sebelah juga banyak yang menjadi korban,” pungkasnya.

Sementara, Kaplosek Cimanuk AKP Boy Ahmad mengaku, pihaknya selalu melakukan patroli dan upaya untuk mencegah terjadinya pencurian di wilayah hukumnya. Ia juga mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada lagi, hanya saja masyarakat selalu lengah dan memberikan peluang kepada maling.

“Tiap malam kami melakukan Patroli, dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Laporan kejadian-kejadian yang menimpah warga disitu juga kami tanggapi, dan kami langsung melakukan penyelidikan serta berkoordinasi dengan polsek diberbagai kecamatan,” ungkap AKP Boy.

Warga juga diminta berperan aktif dalam mencegah maraknya aksi kejahatan kriminal yang mengorbankan masyarakat sekitar. Salah satunya yaitu, dengan mengaktifkan kembali ronda malam karena mencegah dan memberantas kejahatan bukan hanya tugas polisi saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Salah satu pelaku juga sudah kami ketahui, saat ini masih dalam pengejaran, mudah-mudahan bisa tertangkap. Kami berpesan kepada masyarakat jangan menunda-nunda laporan seperti kejadian kemarin, pas kejadian harusnya langsung lapor,” imbuhnya. (mg29/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.