Setahun, 14 Jembatan Gantung Diperbaiki

LEBAK,SNOL– Dari sekitar 900 jembatan gantung yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak, Pemkab setempat hanya bertanggungjawab untuk memperbaiki sekitar 300 jembatan. Adapun sisanya, merupakan tanggungjawab aparat desa setempat.Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga (DBM) Kabupaten Lebak, Entoy Saepudin mengatakan, jembatan gantung yang menjadi kewenangan Pemkab adalah, yang memiliki tali seling di bagian pinggirnya, dan jembatan itu merupakan jalan utama. “Lokasinya tersebar di Lebak utara, tengah, maupun selatan,” kata Entoy, Selasa (8/9).

Sedangkan jembatan gantung yang merupakan tanggungjawab aparat desa, adalah jembatan yang tak memiliki seling, bukan jalan utama dan perbaikannya tidak memerlukan anggaran yang cukup banyak. “Selama ini memang warga belum mengetahui, pokoknya jembatan gantung disama ratakan. Semua perbaikannya adalah tanggung jawab DBM Lebak. Padahal, jembatan kecil bisa diperbaiki misalnya menggunakan alokasi dana desa (ADD), atau gotong royong masyarakat juga bisa,” papar Entoy.

Disinggung berapa jumlah jembatan gantung yang rusak, yang menjadi tanggungjawab Pemkab, Entoy mengaku tidak hapal. Walau demikian, tahun 2016 mendatang pihaknya berencana memperbaiki sedikitnya 16 jembatan gantung. “Tahun 2015 ini, kita telah memperbaiki 14 jembatan gantung. Memang sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tiap tahun kita memperbaiki sebanyak 14 jembatan,” ujar Entoy, tanpa menyebutkan anggaran perbaikannya.

Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan pihak swasta agar turut membantu memperbaikinya, seperti halnya jembatan asa SCTV di wilayah Kecamatan Cimarga yang telah diresmikan oleh Mensos (Menteri Sosial) Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu. “Dalam waktu dekat ini juga, salah satu bank swasta di Rangkasbitung rencananya memberikan sumbangan untuk perbaikan jembatan gantung di Lebak. Namun, saya belum tahu lokasinya,” pungkasnya.

Kepala Desa Prabuhiyang Kecamatan Cimarga, Usep Fahlaludin mengaku, siap menjalankan imbauan yang disampaikan oleh Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DBM Lebak tersebut. Meski begitu, orang nomor satu di Desa Prabuhiyang tersebut hingga saat ini belum bisa menentukan anggaran untuk perbaikan jembatan gantung di wilayahnya, karena ia baru dilantik pada Sabtu (5/9) lalu. “Kita juga belum tahu berapa jumlah ADD kami. Tapi, Insya Allah saya akan menggerakan warga untuk bergotong royong,” ungkap Usep.

Wakil Ketua DPRD Lebak HM Yogi Rachmat, meminta DBM Lebak untuk memetakan kondisi jembatan gantung di wilayah Lebak yang benar-benar urgent (penting) diperbaiki. Tujuannya agar pembangunan di Lebak bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Jangan sampai, perbaikannya tidak tepat sasaran,” imbuhnya. (ahmadi/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.