Susahnya Mengakses Portal E-PUPNS

SERANG,SNOL-Pendaftaran ulang PNS melalui Pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik (e-PUPNS) banyak dikeluhkan para pegawai Pemprov Banten. Mereka kesulitan melakukan akses ke dalam portal yang disediakan. Hal tersebut diduga terjadi akibat overload karena banyaknya pegawai yang mengakses portal di waktu yang sama.Staf di Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten, Maksis Sakhabi adalah satu dari sekian banyak pegawai yang mengeluhkan registrasi e-PUPNS. Ia mengaku cukup kesulitan ketika akan melakukan registrasi baik melalui komputer maupun smartphone. Setiap masuk ke portal, laman tidak dapat terdeteksi dan terus meminta reload atau memuat ulang laman.

“Susah banget. Baru bisa registrasi pada waktu dini hari. Kalau pagi, siang atau sore hari sangat sulit diakses, mungkin karena overload karena yang mengakses kan pegawai seluruh Indonesia,” ujar Maksis, di KP3B, Kec. Curug, Kota Serang, Selasa (8/9).

Menurutnya, portal e-PUPNS yang disediakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sepertinya tidak terlalu tangguh untuk diakses jutaan pegawai di seluruh Indonesia. Ia berharap BKN dapat meningkatkan kualitas perangkat yang digunakan dalam rangka memutakhirkan data pegawai.

Kesulitan mengakses portal e-PUPNS bukan hanya persoalan jaringan internet, melainkan ruang dan kapasitas yang disiapkan BKN yang tidak cukup baik untuk diakses juataan pegawai.

“Buktinya, ketika mengakses di warnet juga banyak yang tidak bisa. Artinya, ini bukan masalah pada WIFI-nya, tapi soal kapasitas portal yang belum memadai,” ucapnya.

Senada dikeluhkan pegawai Pemkot Serang, Redhita Pradewi. Ia mengaku sangat kesulitan ketika ingin masuk ke portal e-PUPNS. Bahkan, ia harus berkali-kali membuka portal sampai bisa terdaftar dalam e-PUPNS. “Masuknya susah banget, ngulang lagi ngulang lagi,” ujarnya.

Redhita  menyarankan, para pegawai yang ingin melakukan registrasi e-PUPNS sebaiknya memilih waktu dan tempat yang tepat. Tidak disarankan melakukan registrasi di kantor apalagi pada jam-jam kerja, karena dapat dipastikan sulit diakses. “Saya juga daftarnya di rumah pakai modem, waktunya sekitar habis maghrib itu lumayan cepat,” katanya.

Lain halnya dengan Awal Pasenggong, yang mengaku cukup mudah mengakses portal PUPNS. Menurutnya, wajar aksesnya lama karena di satu waktu pegawai yang mengakses portal tersebut sangat banyak. “Alhamdulillah kalau saya bisa langsung login dan ngisi data-data. Paling 30 menit sudah selesai,” kata pegawai DPPKD ini.

Terpisah, Kepala BKD Provinsi Banten, Cepi Safrul Alam, tak menampik adanya keluhan sulitnya mengakses portal PUPNS. “Ya, wajar kalau soal itu, karena diakses oleh jutaan pegawai kan, jadi overload. Lagipula waktunya juga satu bulan, jadi masih ada waktu. Terpenting, tidak ada kesulitan dalam pengisian data-datanya,” ujarnya.

Ditanya soal data pegawai yang sudah meregistrasi, ia mengatakan, saat ini belum ada data yang masuk untuk diverifikasi BKD, karena saat ini masih berada di tataran SKPD. “Jadi sekarang di masing-masing SKPD dulu itu, dikumpulkan datanya di situ, kan ada checkernya. Kalau di SKPD sudah semua, baru diserahkan ke BKD,” ujarnya.

Kepada pegawai yang akan daftar ulang, disarankan mengakses portal PUPNS di waktu sore hingga malam hari. “Biasanya dini hari itu cepat,” ujarnya.

Diketahui, sejak 1 September 2015, pemerintah mewajibkan ASN untuk mendaftar atau melakukan registrasi ulang data-data pribadinya melalui e-PUPNS. Pemutakhiran data ini setiap ASN memulai dengan melakukan pengecekan data yang tersedia dalam database kepegawaian BKN dan selanjutnya ASN melakukan perbaikan data yang tidak sesuai dan dapat menambahkan data yang belum tersedia di database BKN.

PUPNS ini diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Kepala BKN nomor 19 Tahun 2015 tanggal 22 Mei 2015, tentang pedoman pelaksanaan pendataan ulang pegawai negeri sipil secara elektronik 2015. ASN yang tidak mengikuti kegiatan e-PUPNS akan terancam dicabut hak-hak kepegawaiannya dan dikeluarkan dari database BKN, sehingga tidak akan mendapatkan layanan kepegawaiannya. (metty/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.