Sudah 22 Pejabat Diperiksa Kejari Pandeglang

PANDEGLANG, SNOL Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang sudah memeriksa 22 pejabat Pandeglang terkait penanganan dugaan kasus korupsi dana tunjangan guru daerah (tunda) tahun 2013-2015 yang terjadi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

Kasi Intelijen Kejari Pandeglang Edius Manan mengungkapkan, penanganan dugaan korupsi dana tunda 2013-2015 sampai saat ini masih proses meminta keterangan. Dikatakannya, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat, pihaknya akan menaikkan kasus itu ke tahap penyidikan.

“Orang-orang yang sudah kami mintai keterangan dalam kasus ini, ada sekitar 22 pejabat. Nanti, kami naikan dalam tahapan penyidiakan ekspos kasus ini jika sudah kan,” kata Edius, Minggu (7/8).

Saat disinggung dari 22 pejabat yang sudah dimintai keterangan, ada berapa nama pejabat yang sudah dikantongi Kejari. Menurutnya, sesuai posisi tahapan penyidikan itu hanya sebatas melakukan pemeriksaan apakah ada tindakan korupsi atau tidaknya, apakah ada kerugian negara dan siapakah yang harus bertanggung jawab.

“Jadi sampai saat ini, kami tidak bisa menuduh siapa yang akan jadi tersangka. Karena sesuai dengan prinsip Islam, kita tidak boleh suudzon. Pada prisipnya kami periksa semuanya, Insya Allah ditahap penyidikan kami pastikan akan mengarah ke situ (tersangka),” ujarnya.

Menurutnya, indikasi kepada kerugian negara itu ada. Tapi, wewenang untuk melakukan audit dan investigasi kerugian negara itu ada di badan lain seperti Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan kedua badan tersebut terkait persoalan dugaan korupsi dana Tunda ini. Kalau besaran kerugiaan negaranya berapa, kami tidak boleh sebutkan,” ujarnya.

Senada dikatakan, Kasi Pidana Khusus (Pidus) Kejari Pandeglang Reza Feza. Bahwa pihaknya masih mengumpulkan data-data persoalan tersebut. Kalau saat ini kata dia, pemanggilan yang dilakukannya kepada puluhan pejabat itu, sifatnya masih tahapan undangan saja. Tapi, ia berjanji akan menuntaskan kasus tersebut.

“Setiap ada data dan informasi terbaru, pasti kami mengundang para pejabat yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasinya,” ujarnya. (nipal/made/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.