Bangli di Area Situs Bersejarah Dibongkar

SERPONG,SNOL Sembilan unit bangunan liar (Bangli) yang berada di sekitar situs bersejarah tugu monumen kemerdekaan dan Tugu Makam Pahlawan Seribu di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, dibongkar. Lokasi itu akan direvitalisasi menjadi taman situs bersejarah.

Sebelum dibongkar oleh petugas Satpol PP Kota Tangerang Selatan, Kamis (1/9). bangunan situs yang sudah berdiri bertahun-tahun itu dimanfaatkan warga untuk tempat usaha dan rumah tinggal dengan membangun bangunan yang permanen. Ada juga beberapa bangunan yang semipermanen dimanfaatkan untuk lapak pedagang.

Kepala Satpol PP Kota Tangsel Azhar Syamun mengatakan pembongkaran dilakukan karena belasan bangunan permanen dan semi permanen itu berdiri di lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum milik pemerintah. Selain di lokasi itu juga berdiri dua bangunan bersejarah.

“Bangli ini dieksekusi untuk membersihkan kawasan situs bersejarah. Penertiban ini atas permintaan masyarakat baik yang langsung mengadukan ke Pemkot maupun melalui pemberitaan di media,” ujar Syamun, kepada Satelit News, Kamis (1/9).

Syamun mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan dan peringatan sampai tiga kali kepada pemilik Bangli, namun tidak diindahkan untuk membongkar sendiri bangunannya. Sampai batas waktunya habis mereka tidak juga membongkar sendiri bangunannya hingga akhinya dieksekusi.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kepemilikan lahan di area tersebut. Pasalnya, sebelum pembongkaran masih ada warga yang mengaku dan bersikukuh sebagai pemilik lahan tersebut namun mereka tetapi tidak bisa menunjukkan bukti-bukti kepemilikannya.

“Kami sudah cek ke bagian aset, lahan termasuk fasos dan fasum milik Pemkot. Sebagai tindak lanjut terkait bangunan bersejarah itu kami serahkan ke dinas terkait yakni Kantor Budaya dan Pariwisata,” jelasnya.

Kepala Kantor Budaya dan Pariwisata Kota Tangsel Yanuar mengatakan pembongkaran dilakukan menindaklanjuti rencana Pemkot untuk revitalisasi situs bersejarah. Mengenai pembangunannya nanti akan dikoordinasikan ke Dinas Tata Kota Bangunan Perumahan dan Permukiman (DTKBPP) untuk dibuatkan Detail Engginering Design (DED)nya.

“Tahun ini kami buat DED nya dulu, di tahun depan nanti langsung direvitalisasi dibangun taman,” jelasnya.(catur/jarkasih/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.