Darurat Perlindungan Anak, Minta Hukuman Mati Diberlakukan

JAKARTA,SNOL Indonesia dinilai sudah memasuk darurat perlindungan terhadap kejahatan anak. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta, negara hadir untuk melindungi anak.

Menurutnya, kehadiran negara itu tak harus dengan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 yang mengatur pasal hukuman kebiri.

“Karena perpu tidak amat langsung menyelesaikan permasalahan. Terus terang di sana masih beragam celah yang masih bisa kemudian dipermasalahkan,” ujarnya di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (9/9).

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu, lebih menyarankan untuk merevisi undang-undang tentang perlindungan terhadap anak. Hidayat minta ada kesetaraan hukuman pidana narkoba dengan kejahatan seksual yang juga melibatkan anak-anak.

Sebab, hukuman pidana bagi kejahatan yang melibatkan anak-anak sampai pada tingkat hukuman mati. Sedangkan, di Undang-Undang tentang Perlindungan anak, hukuman maksimal hanya 15 tahun penjara dan di Perppu hanya dinaikkan menjadi 20 tahun penjara.

“Kenapa itu kemudian tidak diterapkan sama dengan kegiatan terhadap anak-anak terkait dengan pasal narkoba. Di sisi ini penting,” sarannya.

Di sisi lain, Hidayat setuju dengan langkah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan melakukan proteksi terhadap beragam situs yang jelas-jelas melakukan kejahatan terhadap anak oleh kaum gay maupun bukan.

“Jelas (situs) itu pelanggaran hukum. (Perlu dilakukan penutupan,” pungkas anggota komisi I DPR itu. (dna/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.