Spirtus Ketendang, Satu Keluarga Terpanggang

PAGEDANGAN,SNOL Kisah pilu dialami keluarga Ina Tampubolon (28). Kebakaran melanda kios bengkelnya di Jalan Raya Legok Karawaci, Kampung Angris RT 03/01 Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Enam orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran yang terjadi Minggu (18/9) malam sekira pukul 21.00 Wib, di bengkel tambal ban sekaligus penjual bensin eceran itu menewaskan Warsito Tampubolon (suami Ina Tampubolon), kakak ipar Warsito yakni Marlene Tampubolon (35 tahun), anakanak Marlene yakni Angel (11 tahun), Join (10 tahun), Erlin (7 tahun), dan juga anak pemilik kontrakan Guan (25 tahun).

Kebakaran terjadi ketika salah seorang anak korban tidak sengaja menendang spirtus yang sedang dinyalakan api untuk menambal ban. Kebakaran merambat ke kios sembako yang berada persis di sebelah bengkel. Kedua ruko tersebut diketahui milik H Mustakim, yang dikontrak oleh Muamar (pemilik toko sembako) dan Warsito Tampubolon, 35 tahun (pemilik bengkel).

Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan, AKP Mansuri, menjelaskan setelah spirtus ditendang maka api cepat menyambar bensin eceran yang dijual korban dan barang-barang yang ada di warung tambal ban tersebut.

Karena panik, seluruh penghuni rumah menyelamatkan diri ke kamar mandi bagian belakang, dan akhirnya mereka terbakar.

“Hanya satu korban yang selamat yaitu Ina Tampubolon (28 tahun) yang menambal ban. Dia berusaha menyelamatkan suami dan anak-anaknya tapi tidak berhasil, karena api cepat membakar seluruh isi bengkel,” ujarnya, Senin (19/9).

Api dipadamkan kurang lebih 30 menit kemudian. Api dipadamkan setelah ada tiga unit mobil pemadam kebakaran, bantuan dari Curug dan bantuan warga sekitar.

Kapolsek Pagedangan AKP Endang Sukma Wijaya menjelaskan kronologis kebakaran yang menewaskan satu keluarga tersebut. Bermula ketika istri Warsito tengah menambal ban motor di bengkelnya.

Tak berselang lama, tiba-tiba satu keponakannya tanpa sengaja menyenggol alat tambal ban. Akibatnya, api pun dengan cepat merambat ke dalam bengkel.

“Menurut saksi mata, api bersumber dari spirtus yang sudah dinyalakan api karena tertendang salah satu anak korban,” ungkap Endang Sukma Wijaya.

Banyaknya barang mudah terbakar membuat kobaran api terus membesar. Diduga panik, pemilik bengkel beserta anak dan ketiga keponakannya berusaha menyelamatkan diri masuk ke kamar mandi di dalam beng-kelnya.

“Istri korban berusaha menyelamatkan anak-anak dan suaminya namun gagal, karena api cepat membakar seluruh isi bengkel,” papar Kapolsek. “Jasad korban sudah dibawa ke kamar mayat untuk diotopsi. Sejumlah saksi tengah dimintai keterangannya,” pungkasnya. (panji/dm/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.