LIPI: Parpol Belum Mampu Bangun Logika Demokrasi Sehat

JAKARTA,SNOL Isu-isu berbau suku, agama, ras, dan anatargolongan (SARA) hendaknya tidak mewarnai gelaran masa kampanye Pilkada DKI 2017. Untuk itu, setiap masyarakat dan pendukung calon yang mengikuti Pilkada diimbau untuk melakukan demokrasi secara sehat.

“Bagi saya pribadi demokrasi itu perlu logika sehat. Kita perlu paham, bicara pertarungan politik itu tidak ada unsur ‘membunuh’ secara verbal atau opini publik,” kata Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI Adriana Elizabeth dalam diskusi bertajuk ‘Jakarta, Etalase Demokrasi Tanpa SARA (?)’ di Ruang Seminar Besar lantai 11, Puslit Politik, Gedung Widyagraha LIPI, Jalan Gatot Soebroto Kav. 10, Jakarta, Kamis (27/10).

Adriana menegaskan bahwa demokrasi yang baik memerlukan pertarungan ide atau gagasan yang terukur. Ini mengingat bahwa demokrasi yang matang harus dapat membangun logika bagi para pemilihnya.

“Demokrasi berlogika ini juga perlu menunjukkan kemapanan diri untuk tidak jadi trouble maker bagi peserta demokrasi yang lain,” sambungnya.

Adriana menyebut bahwa partai politik (Parpol) sebagai pilar demokrasi mempunyai peran penting dalam hal ini.‎ Parpol harus memberikan pendidikan bagi para kader agar bisa mewujudkan demokrasi yang sehat.

“Tapi mohon maaf saya tidak lihat parpol yang mampu melakukan hal itu. Jadi sekarang ini demokrasi seperti ini ya kesalahan parpol,” tambahnya.(wid/mel/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.