Kecewa Ajang Pesta Laut Dipolitisasi, Masyarakat Nelayan Tolak WH

TANGERANG,SNOL Pesta Nelayan 2016 yang digelar di kawasan Pantai Tanjung Pasir, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Senin (31/10), berujung insiden.

Pemicunya adalah kehadiran Cagub Wahidin Halim ke lokasi. Panitia dan masyarakat nelayan kecewa karena ajang tersebut dipolitisasi oleh calon yang akan bertarung di pilgub 2017.

Pantauan di lapangan, acara yang semestinya dimulai pukul 8 pagi terpaksa diundur hingga 1 jam akibat cekcok dan desakan dari sejumlah pihak. Tanpa diduga, jelang pukul 9 calon gubernur nomor urut 1 WH datang ke lokasi. Panitia yang tidak merasa mengundang akhirnya menolak kehadirannya di lokasi acara.

Terlebih, sejumlah anggota tim pemenangan kandidat gubernur ini sempat memaksa pihak panitia untuk memberikan kesempatan pada WH untuk menyampaikan sambutan. Sontak permintaan itu akhirnya ditolak keras oleh panitia yang tak ingin acara tersebut dipolitisasi.

Acara yang dimotori oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang itu akhirnya tetap berjalan. Sejumlah anggota tim pemenangan WH akhirnya malah berfoto-foto dengan Henky Kurniawan, artis yang dihadirkan WH untuk menemani kunjungan ke Pantai Tanjung Pasir. Panitia sendiri melanjutkan acara menuju Pulau Untung Jawa dan meninggalkan WH.

Pihak Disporabudpar Kabupaten Tangerang sebagai salah satu pelaksana kegiatan memastikan tidak ada undangan ataupun pemberitahuan sebelumnya atas kedatangan WH, kemarin.

“Kami saja kaget atas kedatangan pak WH ke acara Pesta Nelayan di Tanjung Pasir. Karena kami dari pihak yang mendukung acara tersebut tidak mengundang, dan tidak ada informasi kedatangan pak WH,” kata Kasie Budaya Bidang Pariwisata dan Budaya Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ahmad Syafei, saat dikonfirmasi Satelit News (Rakyat Merdeka Group), Senin (31/10).

Senada, Ketua Pelaksana Pesta Nelayan 2016, Fahmi mengatakan, panitia dan warga setempat sangat kaget dengan kedatangan WH bersama timnya. “Kami selaku panitia juga kaget. Apalagi ini tidak ada informasi dan koordinasi sebelumnya,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.

Selain kaget atas kedatangan mantan Walikota Tangerang itu, warga juga menyesalkan kedatangan WH yang seolah-olah mempolitisasi kegiatan Pesta Nelayan di Tanjung Pasir.

“Kami pihak panitia sangat menyesali kedatangan WH beserta timnya pada acara ini. Karena acara ini merupakan pesta rakyat nelayan, bukan tempat untuk kampanye dan bukan tempat politisasi,” ungkap Ucok, salah satu panitia yang merangkap sebagai pembawa acara kegiatan tersebut.

Terpisah, Juru Bicara WH, Syafril Elain membantah ada penolakan WH di acara Pesta Nelayan 2016 di Tanjung Pasir. Menurut dia, bahkan pada kesempatan itu WH sempat berdialog dengan para nelayan, dan dijanjikan akan dimudahkan dalam mencari ikan jika terpilih menjadi Gubernur Banten.

“Saya tidak hadir di sana, tapi kalau laporan teman-teman semua berjalan baik baik saja. Bahkan warga pada berebut untuk berjabat tangan. Kalau Pak WH jadi gubernur para nelayan akan dimudahkan dalam mencari nafkah di laut. Pak WH tidak ngurusin lawan gimana, yang penting nanti kami sudah mempunyai 4 program unggulan,” kata Syafril, kemarin.

Pesta Nelayan 2016 di Tanjung Pasir sendiri dihadiri ribuan warga. Pesta Nelayan digelar sebagai bentuk rasa syukur akan hasil ikan yang berlimpah.

Pesta nelayan pada tahun ini diikuti ratusan perahu yang sudah dihias dengan berbagai atribut agar tampak meriah. Kegiatan yang biasa disebut ‘Nadran Syukuran Laut’ itu juga terdapat arak-arakan perahu yang berisi hasil laut, padi, sayur-sa yuran, dan buah-buahan.

Pesta nelayan yang menjadi ajang promosi wisata Tanjung Pasir ini berlangsung selama 4 hari 3 malam, sejak Minggu (30/10/2016). Dalam kegiatan tersebut diadakan juga budaya cerah laut atau pesta laut. Berbagai aneka hiburan dan hidangan kuliner pun disuguhkan.

Untuk menghibur masyarakat, panitia juga menyediakan penampilan seperti wayang kulit, lenong, dan syukuran serta doa bersama dengan para nelayan dan warga. Mereka berdoa untuk memohon keberkahan.

Acara ini juga bertujuan selain mengakrabkan satu sama lain, masyarakat juga peduli akan lingkungan. Puncak acara pesta nelayan ini akan digelar perlombaan perahu hias. Sebanyak 138 kontestan turut serta mengikuti ajang perlombaan ini. (mg10/mg13/dm/bnn/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.