Perusahaan Masih Ogah Teken MoU

Soal Pembayaran Sumbangan Interchange

KAB SERANG, SNOL—Komitmen perusahaan di wilayah Serang Timur untuk menyelesaikan sumbangan pembiayaan pembangunan interchange sampai saat ini belum juga menunjukkan itikad yang baik. Beberapa perusahaan masih enggan menandatangani Memorandum of Understunding (MoU) yang diajukan oleh Pemkab Serang tanpa ada alasan yang jelas.

Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, pihaknya terus mengevaluasi progres pengajuan MoU kepada para pemilik perusahaan, namun masih banyak perusahaan yang belum menandatangani MoU. “Terus terang ada beberapa perusahaan yang belum memberikan kepeduliannya. Kemarin kita mengundang 50 perwakilan perusahaan yang hadir hanya 13 perusahaan,” katanya, Jumat (10/11). Ia menjelaskan, sikap perusahaan yang mengabaikan undangan tersebut dinilai sebagai sikap yang tidak serius untuk bekerjasama dalam menyelesaikan sumbangan pembangunan interchange.

“Mungkin akan kita temui induk perusahaannya di Jakarta. Kita akan sampiakan surat-suratnya (berkas MoU-red) untuk segera ditandatangani. Mungkin ada juga perusahaan yang berpikir ketersediaan dana untuk membayar,” ujarnya.

Ia menegaskan, dokumen MoU yang diajukan ke pihak-pihak perusahaan bukan untuk menuntut pembayaran langsung namun sebagai bentuk ketersediaan perusahaan untuk membayar. “Kami tidak mengejar untuk membayar saat ini yang kita kejar agar perusahaan berkomitmen untuk bersama-sama menyumbang pembiayaan interchange. Perlahan akan kita berikan pemahaman,” ujarnya.

Disinggung mengani rencana launching interchange tersebut, kata dia bahwa pihak Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tidak bisa menerima jika tanahnya belum disertifikatkan. “BPJT meminta semua infrastruktur yang akan diserahkan, dan sebelum dioperasikan harus ada sertifikatnya. Sekarang sertipikat itu sedang diurus oleh KPN (kantor pertanahan nasional),” tuturnya.

Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang, Fairu Zabadi mengatakan, hingga saat ini sumbangan yang sudah masuk ke kas daerah masih sangat kecil, dari kewajiban Rp 62 miliar. “Realisasi penerimaan dana partisipasi dari perusahaan Serang timur untuk pembangunan interchange sampai dengan Oktober Rp7.555.143.000 dari jumlah perusahaan sebanyak 118,” pungkasnya. (sidik/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.