Rp 18 M untuk Bangun Jalan Wisata Cikolelet

KAB SERANG, SNOL—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang memastikan tahun 2018 mendatang akan membangun jalan menuju kawasan wisata Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka yang kini kondisinya rusak parah. Anggaran yang disediakan untuk pembangunan jalan tersebut‎ senilai Rp 18 miliar dari APBD Kabupaten Serang.

Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Hatib Nawawi meminta masyarakat untuk bersabar melihat kondisi jalan yang rusak parah di Desa Cikolelet dengan‎ panjang 6 Kilometer tersebut. Ia juga mengaku sudah melihat jalan itu saat rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Serang di objek wisata puncak Gunung Pilar. “Sabar, tenang, tahun 2018 sudah masuk perbaikan, saya sudah targetkan itu (jalan di Desa Cikolelet-red) harus sudah clear (selesai),” kata Hatib, Jumat (10/11).

Menurutnya, dengan adanya perda percepatan infrastruktur jalan, semua jalan Kabupaten Serang hingga akhir masa jabatan Bupati Serang dan Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa sudah dalam kondisi mantap. Namun hal ini pun tak terlepas dari dukungan anggaran dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang. “Yang menjawab  itu (perbaikan jalan-red) kan Perda, sekarang tinggal konsistensi DPRD Kabupaten‎ Serang mau menganggarkan enggak?,” katanya.

Karena, kata dia selama ini Pemkab Serang masih cukup kesulitan anggaran untuk merealisasikan Perda Percepatan Infrastruktur ini,‎ dimana biaya yang dikeluarkan untuk per 100 Kilometer jalan per tahun Rp 300 miliar.

“Selama ini kita kesulitan, kemarin kita itu punya hutang Rp 76 miliar,‎ dibayar 2018. Tapi target tetap 100 Kilometer per tahun, karena kita menyelenggarakan sesuai apa yang diamanatkan,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Cikolelet, Ojat Darojat mengatakan,‎ bahwa sepanjang 6 Kilometer jalan yang rusak parah  tersebut  menghubungkan Desa Sindang Laya, Baros Jaya dan Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka. Kerusakan  ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. “Kabarnya sih katanya mau dibangun, karena ini kan jalan kabupaten. Tapi kita berharap agar disegerakan,” katanya.

Ia mengakui dengan kondisi jalan yang masih memprihatinkan ini, tentunya perekonomian masyarakat yang mayoritas sebagai petani sawah dan perkebunan sangat terganggu. Apalagi selama ini para petani ‎menjual hasil taninya ke Pasar Induk Rau Kota Serang dan Pasar Anyer.‎”Menghambat transportasi,” katanya. (sidik/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.