Marak Razia Kendaraan, Pemohon SIM Membludak

Per Hari, Mencapai 70 – 80 Orang

PANDEGLANG,SNOL–Sejak operasi zebra kalimaya 2017 mulai digelar di wilayah hukum Polres Pandeglang, pada 1 November lalu. Penumpu­kan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM), mulai terlihat dilingkungan Mapolres setempat, khususnya diba­gian pembuatan SIM Satlantas.

Pantauan dilokasi, pemohon pembuatan SIM memadati ruangan pendaftaran di Satlantas Mapolres setempat sejak pagi. Pengendara dari berbagai usia dan berasal dari berb­agai daerah, terlihat tertib menung­gu antrean. Setiap pemohon, diberi kesempatan 3 kali untuk melakukan tes mengendara sepeda motor (Sim­ulasi), melintasi sejumlah rintangan yang disiapkan.

Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Rahmat Sampurno mengatakan, peningkatan pemohon pembuatan SIM mencapai 20 – 25 persen. Pada­hal sebelum operasi zebra kalimaya 2017 digelar, pemohon pembuatan SIM tak sebanyak itu.

“Selama operasi zebra kalimaya 2017, selain penindakan juga kami sosialisasikan kepada masyarakat agar membuat SIM. Makanya, mereka (masyarakat,red) berbondong – bond­ing mengajukan pembuatan SIM,” kata AKP Rahmat, Senin (13/11).

Meski mengalami peningkatan pemohon, ia memastikan tidak akan kehabisan blanko atau bahan baku SIM di Polres Pandeglang. Sehingga, tidak ada halangan untuk melayani pemohon SIM, berapa-pun jum­lahnya. “Kalau bulan lalu, memang agak tersendat. Karena, bahannya sempat langka. Tapi sekarang, sudah normal lagi,” ujarnya.

Badan Urusan (Baur) SIM Satlan­tas Polres Pandeglang, Aipda Deden Sudrajat menambahkan, pemohon SIM di Pandeglang biasanya hanya berkisar 50 – 60 pemohon. Namun, sejak digelarnya giat operasi zebra kalimaya 2017, angkanya meningkat sampai 70 – 80 pemohon per hari.

“Peningkatan ini mulai terjadi sejak hari kedua operasi. Dengan begitu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat ikut meningkat,” imbuhnya. (nipal/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.