Tindak Lanjut Gas Bumi Rumah Tangga Dipertanyakan

CILEGON, SNOL-Tindak lanjut pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas) oleh PT Pertagas Niaga sejak tahun 2016 lalu di Kota Cilegon terhenti. Padahal, pasca mengetahui dampak efisiensi yang diperoleh penggunanya di tiga Kelurahan di Kecamatan Citangkil, animo pemasangan jargas tersebut terus meningkat.

“Animo permintaan warga itu tinggi. Soalnya warga yang biasa menggunakan elpiji itu bisa habis Rp100 ribu sebulan, sejak mereka gunakan gas bumi ini hemat sampai cuma Rp60 ribu,” ungkap Camat Citangkil, Joko Purwanto, Senin (13/11).

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pembangunan jargas di tanah air karena terbukti efektif mengurangi subsidi elpiji. Dikatakannya, pada tahun lalu program jargas tersebut mengaliri 4.066 sambungan rumah (SR) yang tersebar di Kelurahan Warnasari, Kebonsari dan Deringo.

“Saya sudah minta Pak Dikrie (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian) untuk menindaklanjuti permintaan warga ini, soalnya juga info dari Pertagas, target mereka itu 20.000 sambungan di Cilegon akan dibangun bertahap sampai 2019,” terangnya.

Sementara, Stakeholders Relation Manager PT Pertagas Niaga, Ratna Dumila membantah adanya program 20.000 SR di Kota Cilegon yang khusus ditangani pihaknya dan harus rampung pada 2019 mendatang. Terlebih, Pemerintah tidak hanya menunjuk pihaknya saja dalam pembangunan jargas tersebut di tanah air.

“Kementerian ESDM itu bisa menugaskan Pertamina (Induk PT Pertagas Niaga) atau PGN untuk membangun jargas. Seingat saya, Cilegon itu tidak ada tambahan lagi sampai 20.000 SR. Mungkin itu hanya diusulkan (Penkot Cilegon) ke ESDM, tapi belum dibangun termasuk tahap keduanya,” ujarnya kepada BantenNews.co.id melalui sambungan telepon.

Pihaknya membenarkan target pemasangan sebanyak 4.066 SR di tiga Kelurahan tersebut. Namun dipaparkan, dari jumlah tersebut pun belum secara menyeluruh teraliri gas bumi. “Dari totalnya 4066 SR, baru terkonversi 3890 SR. Yang belum terkonversi itu sebanyak 137 SR karena rumah kosong, status rumah kontrakan, karena belum mau dinyalakan dan karena tidak ada kompor. Sedangkan yang belum ditemukan 39 SR,” urainya. Untuk diketahui, selain di wilayah Citangkil, pembangunan jargas juga dilakukan oleh PT PGN di Kelurahan Panggungrawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. “Tapi jumlahnya (SR) juga ngga sampai 500. Karena cuma dua RW di Komplek BPI saja,” ungkap Lurah Panggungrawi, Muhriji. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.