Kemenhub Diminta Kaji Angkutan Nataru

CILEGON, SNOL – Gabungan Pen­gusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak mengusulkan, supaya Kemenhub dapat meng­kaji rencana pemberlakuan larangan truk melintas dalam rangka persiapan penyelengga­raan angkutan natal dan tahun baru (nataru) 2018 di Pelabuhan Merak.

Aturan yang biasa ditetapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada momentum angkutan natal dan tahun baru itu dinilai tidak sama dengan momentum angkutan harilLe­baran. Regulasi diusulkan agar tidak diberlakukan, karena jum­lah kendaraan truk pada angku­tan nataru tidak sebanyak pada angkutan lebaran.

“Untuk angkutan natal dan ta­hun baru tidak berpengaruh. Ka­lau jumlah truk pada angkutan natal dan tahun baru diband­ingkan dengan angkutan hari lebaran, persentase kenaikan tergolong kecil,” ungkap Ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu kemarin.

Selain jumlah yang tidak sig­nifikan, sambung Togar, anti­sipasi lewat regulasi tersebut diharapkan untuk dapat diper­timbangkan. Karena saat ini kapal-kapal yang melayani di Pelabuhan Merak – Bakauheni sudah berkapasitas kapal beru­kuran besar. Sehingga, dapat menampung penumpang yang menyeberang.

“Tidak perlu melakukan pe­nutupan, karena persentase ke­naikan hanya 5 sampai 6 persen saja. Tambah lagi, saat ini kan kapal-kapal sekarang di pelabu­han Merak sudah berkapasitas besar, “ imbuhnya.

Togar berharap, usulan terse­but dapat dipertimbangkan Ke­menhub untuk dikaji, supaya larangan truk melintas yang biasa diterapkan di Pelabuhan Merak, tidak diberlakukan.

“Jadi memang saat ini belum ada penetapan penutupan itu. Makanya, kita mengusulkan agar apa yang kita sampaikan dapat dikaji kementrian per­hubungan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah VIII Provinsi Banten, Jhonny Siagian membenarkan adanya usulan tersebut. Ga­pasdap, sambung Jhonny, me­nyampaikan beberapa alasan diantaranya lonjakan penump­ang khususnya penumpang truk diprediksi tidak akan terjadi kar­ena saat ini dermaga di Pelabu­han merak telah tersedia 6 der­maga serta kapal-kapal yang beroperasi saat ini berukuran besar.

“Ada konsep (dari Gapasdap, red), konsep itu untuk laran­gan (truk, red) beroperasi dari Jakarta – Merak, Jakarta sampai Berebes. Khusus Jakarta-Merak, pengalaman tahun tahun sebe­lumnya, kalau tidak ditutup, tidak masalah. Sekarang kan su­dah 6 dermaga beroperasi dan cukup untuk menampung. Han­ya melewati tol saja kalau sudah lewat tol, disini tidak masalah,” ucap Jhony.(nal/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.