Dipanggil KPK, Putri Setnov Tak Hadir

JAKARTA, SNOL—Dwina Michaella, putri tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/11). Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo.

“Hari ini direncanakan pemeriksaan terhadap Dwina Michaella untuk ter­sangka ASS,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (24/11). Febri berharap Dwina kopera­tif memenuhi panggilan dari penyidik KPK tersebut. Sebab, surat panggilan untuk saksi sudah disampaikan secara patut.

Namun tampaknya, putri Novanto dari pernikahan pertamanya dengan Luciana Lily Herliyanti itu mangkir dari panggilan penyidik KPK. Hal itu terkonfirmasi dari pernyataaan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi.

Dia mengatakan, surat panggilan belum diterima Dwina lantaran surat tersebut dikirim ke kediaman Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan. “Nggak (datang), kan surat panggilan­nya nggak ada,” kata Fredrich kepada wartawan, Jumat (24/11).

Sementara Dwina sendiri kini su­dah tidak tinggal lagi dengan Novanto. “Beliau kan sudah enggak ting­gal di sana, anak-anaknya kan udah punya rumah masing-masing. Jadi kan belum diterima (suratnya),” tu­turnya. Sehari sebelumnya, putra No­vanto, Rheza Herwindo, kakak Dwina juga mangkir dari panggilan penyidik KPK. Tak ada keterangan mengenai ketidakhadiran putra dari istri perta­ma Ketua Umum Partai Golkar non­aktif tersebut.

Diketahui, nama Rheza dan Dwina muncul dalam persidangan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong. Rheza disebut memiliki saham di PT Mondialindo Graha Perdana. Dia me­miliki saham di perusahaan itu bersa­ma istri kedua Novanto, Deisti Astriani Tagor.

PT Mondialindo Graha Perdana me­miliki mayoritas saham di PT Murakabi Sejahtera. Novanto mengakui pernah menjabat sebagai Komisaris PT Mondi­alindo Graha Perdana pada 2000-2002. Namun, dia mengklaim tak tahu bila anak dan istrinya memiliki saham di perusahaan tersebut.

Sementara Dwina sempat men­duduki posisi Komisaris PT Murakabi Sejahtera, salah satu Konsorsium peserta tender proyek pengadaan e-KTP, namun kalah dari Konsorsium PNRI. Di perusahaan itu ada juga nama Irvanto Hendra Pambudi alias Irvan, yang tak lain keponakan Novanto. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.