Bocah Dua Tahun Terjun ke Sumur

CURUG, SNOL—Ini peringatan bagi para orang tua. Seorang bocah berusia 2 tahun, Mu­hammad Husein Taba’I, tewas setelah tenggelam di dalam su­mur sedalam 8 meter di samping rumahnya, Senin (27/11) lalu.

Muhammad Husein Taba’I tinggal bersama nenek dan ibu­nya di kampung Pabuaran RT 02/ RW 06 nomor 231 Kelurahan Curug Kulon Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Kanit Resktim Polsek Curug Iptu Toto Riyanto mengatakan, kejadian itu bermula saat korban sedang asyik bermain di luar rumahnya. Di­duga karena tak diawasi, Husein justru masuk ke dalam sumur.

“Kejadiannya sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Toto, kemarin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, nenek korban Kamsanah mengaku sempat mendengar suara gaduh seperti benda jatuh ke dalam air.

Kamsanah kemudian mencari asal suara yang ternyata berasal dari sumur. Dia mencurigai ben­da yang jatuh adalah cucunya sendiri.

“Kamsanah menemukan cu­cunya sendiri sudah berada di dalam sumur,” kata Toto.

Melihat cucunya di dalam sumur, Khamsanah meminta bantuan kepada tetangga ter­dekat di rumahnya. Warga yang mendengar teriakan Kamsanah kemudian langsung mendatangi lokasi dan berusaha mengang­kat tubuh bocah nahas tersebut dari dalam sumur. Namun sayang, nyawa Husein tidak dapat terselamatkan.

“Mendengar teriakan Kham­sanah, Saiful Hidayat dan saksi Suwardi tetangga dekat rumah korban mencoba untuk mem­bantu dengan melakukan proses evakuasi pengangkatan tubuh korban dari dalam su­mur. Namun nyawa korban ti­dak dapat terselamatkan lagi,” katanya.

Menurut Toto, Husein adalah bocah korban perceraian kedua orang tuanya. Dia sengaja dititipkan kepada neneknya lan­taran kedua orang tuanya yang tidak tinggal satu rumah lagi.

“Orang tuanya sudah pisah, akhirnya Husein dititipkan ke neneknya Khamsanah,” katanya.

Kapolsek Curug, Kompol Effi M Zulkifli mengatakan kejadian tersebut bisa menjadi pembela­jaran bagi para orangtua dalam menjaga buah hatinya yang ma­sih balita untuk menghindari kejadian tidak diinginkan. Pihak keluarga, kata Effi, menolak un­tuk dilakukannya autopsi ter­hadap jasad MH. Kepada polisi, orangtua MH sudah ikhlas atas kejadian tersebut.

“Orangtua korban tidak menuntut atas meninggalnya korban dan keberatan dilakukan autopsi dengan membuat su­rat pernyataan bahwa kejadian tersebut adalah musibah,” pung­kasnya. (mg1/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.