Cilegon Kebagian Kuota CPNS

CILEGON, SNOL – Pemkot Cilegon dipastikan akan mendapatkan jatah kuota Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) pada Tahun Anggaran 2018. Hal ini lantaran belanja pegawai yang masih dibawah 50 persen dari Ang­garan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Adapun belanja pegawai yang sudah dihasilkan berada diangka 12 persen atau dikisaran Rp135,595 miliar.

Plt Walikota Cilegon, Edi Ari­adi menuturkan, untuk saat ini belanja pegawai di Pemkot Ci­legon berada diangka 12 persen atua masih dianggap aman oleh Pemerintah Pusat, yang tidak memperbolehkan budget me­lebihi 50 persen. Dengan begitu, Kota Cilegon otomatis menda­patkan jatah penerimaan CPNS yang dibuka oleh Pemerintah Pusat.

“Saat ini kan belanja pegawai kita masih di bawah 50 persen. Jadi, kita salah satu kota yang bisa mendapatkan jatah kuota tersebut. Kita sendiri sudah mengajukan permintaan kuota CPNS ke Pemerintah Pusat. Karena, hingga saat ini rasio pe­hawai di Cilegon masih sangat jauh. Untuk itu kita minta jatah tersebut,” kata Edi, kemarin.

Ia mengaku, kekurangan pe­gawai yang terjadi di Kota Ci­legon harus segera diisi atau ditambah. Sebab, dengan ter­jadinya kekosongan pegawai kinerja di masing-masing OPD pun akan terganggu. “Saya da­pat laporan dari pak Mahmudin (Kepala BKPP) kalau kita masih kekurangan pegawai. Kekuran­gan pegawai karena hampir pe­gawai sekitar 80 pegawai setiap tahunnya. Nah, kalau 4 tahun jadi kita kekurangan hampir 300 pegawai,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pen­didikan (BKPP) Kota Cilegon, Mahmudin menambahkan, di­rinya tidak mempermasalahkan adanya syarat penerimaan kuota CPNS tersebut. Sebab, Kota Cile­gon telah mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerin­tah pusat. “Oh enggak apa-apa kalau syaratnya begitu, yang pent­ing kan belanja pegawai masih dibawah 50 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” terang Mahmudin.

Menurutnya, syarat peneri­maan CPNS bukanlah aturan yang baru melainkan sudah sejak dulu adanya aturan pen­erimaan yang belanja pegawai dibawah 50 persen. “Saat ini kita belanja pegawai kita masih dibawah 50 persen. Tapi kita masih susun berapa pastinya. Kalau kebutuhaan pegawai seki­tar 800 pegawai. Untung-untung kira dapat 1.000 pegawai,” pung­kasnya.(eua/eky/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.