Cuaca Ekstrem, Nelayan Tak Melaut

Sandarkan Kapal, Sambil Kerja Serabutan

PANDEGLANG, SNOL—Cuaca ekstrem masih melanda dan terjadi di seba­gian wilayah Pandeglang, terutama di daerah pesisir kawasan Pandeglang Selatan. Hal itu, membuat para nelayan tradisional di Kecamatan Labuan, Carita dan Panimbang, tak melaut atau mencari ikan.

Seorang nelayan Labuan, Yanto mengungkapkan, sampai saat ini ia dan temanteman atau para nelayan lain­nya, untuk sementara tidak melaut. Katanya, gelombang atau ombak laut yang tinggi sangat membahayakan bagi keselamatan. Selain itu menurutnya, bulanbulan ini sudah memasuki angin barat yang membuat ikan dilautan sulit dicari.

“Cuacanya ekstrem, gelobang laut mencapai sekitar 3 meter, ditambah lagi sudah memasuki angin barat. Ka­laupun dipaksakan melaut, percuma saja. Karena ikannya sulit,” kata Yanto, saat ditemui sedang merapikan pera­hunya yang sandar di aliran Sungai Cipunten Agung, Kecamatan Labuan, Minggu (3/12).

Kondisi seperti itu menurutnya, bi­asanya akan terjadi hingga dua bulan ke depan. Tentu saja, para nelayan akan berhenti melaut diperkirakan sampai bulan Januari 2018 mendatang. “Kalau tidak melaut, ya libur dulu saja. Selain tidak ada pekerjaan lain yang dapat bisa kami lakukan. Mudahmudahan, angin baratnya cepat berlalu,” tambahnya.

Senada, seorang nelayan Panimbang, Faruk menyatakan, di wilayahnya juga banyak nelayan. Baik nelayan yang menggunakan perahu biasa, maupun bagan, kini mogok melaut. Sebab, keti­ka sedang angin barat, hempasan angin sangat kencang disertai gelombang laut cukup tinggi.

“Daripada perahu kami tenggelam akibat dihantam ombak di tengah laut, lebih baik kami istirahat sejenak. Kami tidak mau nekat, atau mati konyol di tengah laut,” ujarnya.

Selama tidak melaut tambahnya, para nelayan memilih untuk mem­perbaiki peralatan tangkap ikan, serta bagian kapal yang bocor atau rusak. Kalau untuk memenuhi kebutuhan se­harihari, kerap bekerja serabutan, asal menghasilkan uang.

“Kalau cuaca sedang buruk seperti ini, saya paling mencari pekerjaan lain yang bisa membantu memenuhi kebu­tuhan seharihari,” akunya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pandeglang. R Andriawan membenar­kan, banyak nelayan yang tidak melaut akibat gelombang tinggi dan cuaca eks­trem. Alhasil, pemasukan ikan menu­run.

“Pasokan ikan yang masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menurun. Tetapi, mudahmudahan tidak berlangsung lama,” imbuhnya. (nipal/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.