Setahun, 100 Kali Bencana Melanda

KAB SERANG, SNOL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sepanjang  2017 ini‎ sudah di atas100 kali bencana alam yang sudah ditangani. Dari bencana yang ditangani tersebut, paling rawan berada di wilayah Kecamatan Mancak dan Pulo Ampel.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, bahwa bencana yang kerap ditangani oleh BPBD selama ini antara lain kebakaran, banjir, longsor, orang hilang, orang tenggelam, angin puting beliung dan kekeringan.”Semuanya itu sudah kita tangani secepat mungkin,‎” kata Nana saat ditemui di Aula Tb Saparudin Setda Kabupaten Serang, Selasa (5/12).

Untuk terus meningkatkan penanganan kebencanaan, kata dia BPBD sudah mulai menata‎ kedaruratan dengan membuat tiga sistem, yaitu pertama membuat sistem komunikasi informasi bencana sehingga cepat mendapatkan laporan, kedua membuat sistem data dan informasi, kemudian ketiga  membuat pengendalian informasi. Semuanya sudah terintegrasi dengan krisis center selama setahun ke belakang.

“‎Nah ke depan tentunya kita tidak ingin demikian saja saja, kita harus memiliki data dan informasi yang lebih akurat, kita harus memiliki master plan, pemetaan kebencanaan, bagaimana penanganan titik-titik longsor dimana,  banjir dimana, puting beling dimana, termasuk kebakaran hunian gedung dan kebekaran hutan,” katanya.

Menurutnya, jika ke depan dana dan informasi tersebut sudah akurat tentunya bisa melakukan pencegahan kesiapsiagaan, melakukan kedaruratan bila terjadi bencana karena titik-titik rawannya sudah diketahui dan bisa melakukan rehabilitasi serta rekonstruki dari akibat bencana, karena di master plan juga berbicara histori terjadinya bencana di Kabupaten Serang. “Kalau sepanjang 2017 ini hamoir diatas 100 kejadian bencana,” katanya.

Ia mengungkapkan,  BPBD Kabupaten Serang juga bekerjasama dengan PHRI menambah 52  relawan dari 750 relawan. Hal itu dilakukan untuk membangun komunikasi informasi penanggulangan bencana laka laut dan proteksi bangunan. “‎Kita minta melalui PHRI setiap hotel itu dua orang, kemarin dua orang tersebut sejumlah 52 dari 24 hotel kita adakan pelatihan, dan mereka kita jadikan satelit, mereka mendapatan registrasi dari BPBD sebagai tim relawan kita. Sehingga informasi komunikasi kebencanaan cepat kita terima,” pungkasnya. (sidik/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.