Rapuh Dimakan Usia, Gedung LVRI Ambruk

Satu Keluarga Selamat dari Maut, Kesbangpol Kebingungan Amankan Aset

PANDEGLANG,SNOL–Diduga akibat rapuh dimakan usia, ruangan seluas 10 x 20 m2 milik Legiun Veteran Re­publik Indonesia (LVRI), yang kini dipakai oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pande­glang, ambruk. Beruntung, peristiwa yang terjadi pukul 02.30 WIB, Kamis (21/12) itu, tidak menelan korban.

Informasi yang dihimpun, sejak didirikan pada tahun 1957 silam, ti­dak pernah dilakukan perombakan atau pembangunan ulang, hanya renovasi saja pada tahun 1998 silam. Sejak itu hingga sekarang, belum pernah ada renovasi lagi.

Seorang pegawai Kesbangpol Pan­deglang, Asep Patilah mengungkap­kan, ruangan yang kerap dipakai rapat, ruang kerja para bidang dan peny­impanan arsip itu, tiba-tiba ambruk. Saat kejadian, dibarengi hujan gerimis.

Katanya, penjaga gedung adalah orang yang pertama kali melihat am­bruknya bagian atap aula tersebut. Bahkan, hampir menimpa keluarga penjaga yang sedang terlelap tidur dini hari itu. “Kami hanya pinjam pakai saja, sebetulnya ini gedung LVRI (Veteran,red). Ambruknya itu, karena gedung ini sudah tidak layak digunakan, sudah banyak kayu yang rapuh. Kalau korban tidak ada, han­ya aset dan arsip tertimpa kayu dan genting,” ungkap Asep, disela-sela membereskan arsip dan puing re­runtuhan, Kamis (21/12).

Sekretaris Kesbangpol Pande­glang, Entus Bakti mengaku, gedung bekas Bank Banten tersebut sudah ti­dak layak dan kurang representative dijadikan kantor. Namun sayangnya, Kesbangpol tidak bisa mengajukan renovasi gedung yang diresmikan oleh mantan Presiden RI Sementara, Sjafrudin Prawiranegara itu.

“Menurut informasi dari pihak LVRI, terakhir direnovasi tahun 1998 silam, sampai saat ini belum ada perawatan lagi. Kami hanya numpang disini, bukan aset yang ada di catatan kami. Makanya, kami tidak bisa mengajukan untuk biaya rehab,” terangnya.

Meski tidak ada korban jiwa. Namun, ambruknya aula LVRI itu menyebab­kan kerugian yang ditaksir hingga pulu­han juta rupiah. Bahkan, sejumlah aset dan arsip tidak dapat diselamatkan, se­hingga Kesbangpol harus mencari ge­dung sementara untuk mengamankan barang-barang berharganya.

“Yang pasti, sebagian aset negara rusak. Namun, sekarang kami upay­akan mengamankan yang bisa dis­elamatkan, seperti kursi, meja dan komputer. Apalagi diantara arsip itu, paling banyak soal laporan pertang­gungjawaban Ormas dan Parpol,” ungkapnya lagi.

Walau sebagian ruangannya men­galami kerusakan, ia memastikan bahwa pelayanan terhadap masyara­kat tetap berjalan. Katanya juga, Kes­bangpol tetap berupaya melayani masyarakat, menggunakan sisa ru­angan yang tidak ambruk atau diluar gedung.

“Sementara kami masih bisa men­empati gedung ini. Upaya kami sek­arang, fokus mengamankan arsip dan aset. Pasca ambruk, kami tetap bekerja memberikan palayanan, meski dengan keterbatasan fasilitas yang ada,” pungkasnya.

Ia juga mengaku, sudah mendapat­kan arahan dari pimpinan (Asda I), agar menggunakan gedung Eks Set­da Pandeglang (sedang dalam tahap renovasi). Akan tetapi, hasil koordi­nasi dengan pihak Aset dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ru­ang (DPUPR), belum ada penyera­han gedung tersebut dari pelaksana ke Pemkab Pandeglang.

“Kami sempat mendapat arahan untuk menempati gedung Setda lama. Namun, belum bisa ditempati. Karena, sedang di renovasi dan be­lum ada serah terima dari pembo­rong ke Pemda. Paling di Eks Setda itu sementara ini kami gunakan un­tuk mengamankan aset saja,” imbuh­nya. (nipal/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.