Jokowi : Selamat Merayakan Natal

JAKARTA, SNOL—Presiden Joko Widodo mendapatkan apresiasi dari para neti­zen atas cuitannya di media sosial Twit­ter. Jokowi mengucapkan selamat Natal kepada rakyat Indonesia yang meray­akannya.

“Untuk umat Kristiani di seluruh In­donesia, saya mengucapkan selamat merayakan Natal,” kata Jokowi dalam akun resmi Twitter, Senin (25/12).

Jokowi juga mengingatkan pesan ke­beragaman dan toleransi antarumat be­ragama di Indonesia. Saling menghar­gai dan toleransi menurutnya adalah rahmat.

“Keragaman umat beragama di Indo­nesia adalah rahmat bagi kita semua,” tegas Jokowi.

Ucapan itu mengundang apresiasi dari warganet baik yang merayakan Na­tal ataupun tidak. Salah satunya ditulis oleh akun bernama Jokowi@Fansclub Indo.

“Semoga Natal Tahun ini menjadi Persatuan Umat Islam dan Kristen NKRI dan dunia berjuang bersama untuk negara Palestina Merdeka,” katanya.

Netizen lainnya juga mengaitkan pesan Jokowi dengan nilainilai yang terkandung dalam Pancasila. “Alham­dulillah aku suka dengan mengatasna­makan toleransi, inilah bila orang su­dah paham dengan isi dari Pancasila. Berbeda beda tapi tetap satu,” ujar akun dengan nama Ikhwafillah_dhi.

Sementara itu, Majelis Ulama Indo­nesia (MUI) tidak bisa melarang siapa pun yang memiliki pendapat bahwa mengucapkan selamat Natal itu huk­umnya haram atau dilarang oleh aga­ma. Hal itu didasarkan pada pendapat bahwa mengucapkan selamat natal itu bagian dari keyakinan agamanya. Be­gitu juga sebaliknya MUI tidak bisa me­larang bagi yang berpendapat bahwa mengucapkan selamat natal itu boleh dan tidak dilarang oleh agama.

“Karena berkeyakinan hal itu bukan bagian dari keyakinan agamanya tetapi sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, teman sekerja atau relasi antarumat manusia,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangannya, Senin (25/12).

Menurut Zainut, para ulama dalam masalah ini juga berbeda pendapat, ada yang melarang dan ada yang membole­hkan. Sehingga MUI mempersilakan kepada umat Islam untuk memilih pendapat mana yang paling sesuai den­gan keyakinan hatinya.

“MUI sendiri belum pernah menge­luarkan fatwa tentang hal tersebut. Se­hingga mengembalikan kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada,” katanya.

MUI mengimbau kepada masyara­kat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat terse­but, dan tidak menjadikan polemik yang justru bisa mengganggu harmoni hubungan antaruma beragama.

MUI mengajak semua umat un­tuk terus menjaga ukhuwah atau persaudaraan diantara sesama anak bangsa. Baik persaudaraan keislaman maupun persaudaraan atas dasar kem­anusiaan.

“Karena sebagaimana kata Imam Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah bahwa ‘mereka yang bukan saudaramu dalam iman, mereka adalah saudaramu dalam kemanusiaan,” pungkasnya.(ipy/jpg/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.