Target Restribusi Terminal Tak Tercapai

Hanya Mampu Menekan 70 Persen

PANDEGLANG,SNOL – Dinas Perhubun­gan (Dishub) Kabupaten Pandeglang tidak mampu mewujudkan target res­tribusi dari terminal hingga 100 persen. Dari target yang mesti dicapai Rp 500 juta, Dishub Pandeglang hanya mam­pu mencapai 70 persen saja.

Sekretaris Dishub Pandeglang, Mo­hamad Kabir mengaku pihaknya sangat keteteran memenuhi target restribusi terminal. Masalahnya kata dia, dulu ada himbauan dari tim saber pungli bahwa fasilitas yang tidak disediakan Pemerintah, tidak diperbolehkan di­tarik restribusi.

“Sehingga mereka (personel Di­shub) saya berikan himbauan, bahwa diterminal mengatur agar tidak ada kemacetan dan kemudian kondisikan angkot-angkot yang ada serta boleh di­tarik retribusinya. Tapi, jika hanya diam ditempat tanpa ada fasilitas tidak boleh memungut, karena akan kena saber pungli. Akibat kendala itulah, restribusi tidak tercapai 100 persen, dan hanya mampu 70 persen saja,” kata Kabir, Ka­mis (28/12).

Selain hambatan itu lanjut Kabir, bahwa adanya pelimpahan wewenang terminal tipe A ditarik oleh Pemerin­tah Pusat. Biasanya kata dia, kalau ti­dak ada pelimpahan restribusi dari ter­minal tipe A itu mencapai Rp 100 juta. “Itulah karena diambil oleh pusat, jadi target kami kehilangan Rp 100 juta,” imbuhnya.

Kalau untuk restribusi parkir tambah Kabir, pihaknya mampu menekannya hingga 100 persen mencapai target. Be­gitu juga untuk KIR kendaraan menca­pai target 100 persen. “Besaran target parkir itu hanya 300 juta, dan KIR juga hanya sekitar 300 jutaan. Jadi semuanya itu berikut retribusi terminal sekitar 1,2 miliar, tercapai secara totalnya itu seki­tar 85 persen. Itu tadi karena beban ter­minal, secara total juga tidak tercapai 100 persen,” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Ferry Hasanudin men­gungkapkan bahwa untuk tahun depan perpakiran direncanakan akan dike­lola oleh pihak ketiga. Baik itu retribusi parkir dari obyek wisata, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah, pasar-pasar. “Prinsipnya pengelolaan retribu­si dilakukan pihak ketiga lebih praktis dan asumsinya bisa dipertanggungjaw­abkan,” imbuhnya.

Selain akan dipihak ketigakan kata dia, pihaknya juga akan menaikan res­tribusi dari parkir itu sekitar Rp 500 juta. “Sistemnya akan dilelangkan, kalau tidak ada yang ikut lelang. Nanti akan kami adakan penujukan langsung pi­hak ketiganya yang bersama-sama akan dikelola Dishub,” pungkasnya. (nipal/hendra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.