Parade Baju Etnik Hingga “Pendiri Tangerang” Tampil

Pawai HUT Kabupaten Tangerang Disambut Antusias

TIGARAKSA, SNOL—Pawai karnaval hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke 74 menampil­kan beragam etnik dan seni budaya tanah air, Jumat (29/12). Iring – iringan peserta pawai di sepanjang jalan raya Pemda Tigaraksa menjadi tontonan warga yang telah menunggu lama.

Pawai dibuka dengan iring-iringan 74 pasu­kan pengibar sang saka merah putih. Setelah itu, rombongan pawai parade baju etnik se tanah air, Barongsay Liong, pakaian ra­gam etnik nusantara, angklung gubrak bambu hitam, etnik timor, reog ponorogo, tanjidor, tari merak, cosplay, drumband, petani asli daerah, pencak silat, marawis, kelompok nelayan hingga penampilan dari para atlet asal Kabupaten Tangerang.

Tidak mau kalah, Kodim 0506 Tangerang juga sengaja men­datangkan dua unit alat tempurnya berupa panser. Warga diperboleh­kan ingin naik ke atas panser.

Setelah itu, iring-iringan mod­ifikasi kendaraan mobil dan mo­tor hasil karya anak daerah ikut meramaikan festival HUT Ka­bupaten Tangerang ke-74. Ber bagai atraksi free style dan mod­ifikasi kendaraan ditampilkan dalam acara Autofest.

Secara bergantian, peserta pamai sengaja menyambangi Bupati Tangerang, A Zaki Iskan­dar untuk sekedar memberi­kan cindera mata. Zaki bahkan sempat naik ke punggung reog ponorogo.

Bupati Tangerang A Zaki Is­kandar mengklaim, gelaran festival tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, itu semua dikarenakan se­tiap pesertanya didominasi oleh putra putri daerah, dalam penampilan seni, etnik dan bu­daya se Indonesia itu.

“Lebih meriah dari tahun sebelum-sebelumnya, itu di karenakan para pemerannya melibatkan putra putri daerah sebagai aset Pemerintah Kabu­paten (Pemkab) Tangerang,” ka­tanya.

Pada sisi lain, ia pun menga­preasiasi kepada para pemain yang telah memerankan se­jah terbentuknya Kabupaten Tangerang. Ia tidak menyang­ka jika ketiga pemain pahla­wan Kabupaten Tangerang itu adalah para kepala dinas yang ia pimpin.

“Sangat inspiratif. Meski dalam suasana pesta namun ada sisipan sejarah. Untuk dik­etahui semuanya tentang awal mula terbentuknya Kabupaten Tangerang diawali dengan nama tiga raksa,” katanya.

Warga Kecamatan Jayanti, Wahyuni mengaku sengaja jauh-jauh datang untuk melihat dari dekat pawai karnaval dalam memeriahkan peringatan HUT Kabupaten Tangerang ke-74. Menurutnya, hal yang paling ia tunggu adalah penampilan seni tari dan kostum peserta pawai.

“Karena pastinya yang dit­ampilkan akan unik-unik keli­hatannya, khususnya pakaian dan corak warnanya,” kata Wa­hyuni, disela-sela kesibukannya yang sedang foto selfi di samp­ing iring-iringan pawai. (mg1/gatot)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.