Ada Sampah Berusia 1 Juta Tahun

SETU,SNOL— Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel berbagai cara mengedukasi masyarakat tentang sampah. Selain mela­lui sosialisasi, kali ini memajang berbagai jenis sampah dengan keterangan usia sampah bisa hancur membutuhkah waktu berapa lama di dalam tanah.

Menggunakan etalase berkaca dengan tulisan umur sampah hancur terbaui di dalam tanah. tulisan itu terpampang cukup besar pada bagian atas dibalik kaca etalase depan pintu masuk Kantor DLH tak jauh dari Kantor Kecamatan Setu.

Kabid Persampahan, DLH Kota Tangsel, Wisman Syah da­lam mengedukasi masyarakat tentang sampah harus berbagai cara. Kreatif dan inovatif, supaya tidak jemu masyarakat terhadap tanggung jawab sampah. Sampah menjadi persoalan bersama, pe­merintah dan masyarakat secara luas maka agar tangung jawab itu bersama-sama diemban setidaknya mengerti banyak hal tentang sampah.

“Kami sengaja tampilkan dengan sedikit berbeda mela­lui bingkai informasi tentang sampah secara rinci berapa lama macam-macam sampah bisa hancur di dalam tanah. ternyata menakjubkan sebab usianya ada yang mencapai seratus tahun sampah baru terurai di dalam tanah,” katanya.

Di antara sampah-sampah be­kas yang ditampilkan di antaran­ya seperti botol plastik masa terurai di dalam tanah setelah melalui waktu 20 tahun. Waktu 20 tahun bukanlah masa yang sebentar, ini cukup lama sekali. Demikian juga benda kulit, ini di atas botol plastik yang mencapai 25-40 tahun itu semua masuk golongan anorganik.

“Tercepat adalah organik, sep­erti kulit buah dengan masa 6 bulan. Ada juga yang anorganik tapi cepat seperti kertas itu han­ya 2-5 bulan saja dapat terurai di dalam tanah,” tambah ia.

Yang lebih berbahaya lagi ada sampah tidak akan terurai sampai berapa ratus tahun pun. Sampah itu adalah sterofom, se­mentara penggunaan sterofom cukup masif dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tempat ma­kanan, baik saat membeli nasi goreng, bubur ayam dan lain-lain.

“Sterofom tidak dapat teru­rai, sedangkan untuk botol kaca usia hingga berbaur dengan ta­nah mencapai satu juta tahun dan batrai bekas hingga seratus tahun lamanya. Itu adalah jenis-jenis sampah yang cukup lama terurai di dalam tanah,” sam­bungnya.

Sampah bekas kaleng susu hingga 20-30 tahun lamanya, jauh lebih lama lagi sampah be­kas pokok bayi mencapai 30-40 tahun, ini sama dengan sampah kain nilon 30-40 tahun. sedan­gkan kantong plastik usianya 10-20 tahun dan kardus usianya 5 bulan lamanya. Sementara untuk sampah bekas puntung rokok mencapai 10-20 tahun, dan jaring ikan 30-40 tahun.

“Kami berharap melalui infor­masi ini masyarakat membaca langsung berpikir untuk mengu­rangi penggunaan plastik atau botol terpenting lagi bagaimana cara mengelola sampah den­gan baik dan benar agar tidak sembarangan dibuang. Sampah harus diolah dan dimanfaatkan dengan baik supaya bisa mem­berikan keberkahan dari nilai sampah yang ditukar dengan uang atau barang berharga,” harapnya.

Kasie Kemitraan dan Pember­dayaan Masyarakat, DLH Kota Tangsel, Ahmad Rivai mengu­tarakan, media edukasi ini ber­manfaat untuk anak-anak dan orangtua. Mereka bisa meberi­kan pelajaran bagi anak-anaknya bagaimana mengenalkan bahwa sampah yang dihasilkan setiap hari itu baru akan hancur dalam hitungan bulan hingga puluhan tahun bahkan ratusan tahun.

“Semoga ini bisa dijadi­kan pembelajaran bagi selu­ruh masyarakat, mengenal lebih jauh tentang berbagai jenis sampah dan masa usia hingga terurai di dalam tanah. jadi ketika kita menghasilkan sampah misalnya plastik, lalu kita buang dan terkubur tanah, sepuluh tahun kedepan plastik itu baru terurai,” tutur ia. (din/bnn/jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.