Ikut Jumbara PMI, PMR Diajak Peduli

PINANG, SNOL—Ribuan anggota Palang Merah Remaja (PMR) se-Ko­ta Tangerang dilibatkan dalam pro­gram Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Indonesia (PMI) III Kota Tangerang. Kegiatan ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kunciran, Keca­matan Pinang dari 4-7 Januari.

Walikota Tangerang Arief R Wisman­syah saat membuka acara pada Jumat (5/1) pagi mengatakan, pada dasarnya, Kota Tangerang dengan berbagai heter­ogenitasnya serta dinimima kaya akan potensi. Namun pada saat bersama, kota ini juga tidak lepas dari berbagai bahaya bencana.

“Maka, tugas dan tanggung jawab kita bukan hanya melestarikan lingkun­gan, tapi juga membangun kepedulian, di antara masyarakat Kota Tangerang,” ucapnya. Karenanya, ia meminta agar semangat persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. “Adik-adik semua adalah garda terdepan di palang merah remaja dalam membangun semangat kepedu­lian di Kota Tangerang,” ucapnya.

Hal ini, ujarnya bertujuan agar seman­gat saling bahu-membahu dan saling tolong menolong menjadi budaya ma­syarakat Kota Tangerang. “Saya juga me­nyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap kegiatan ini,” ucapnya. Selain itu, ia pun mengharapkan agar kegiatan terse­but merupakan bagian dari semangat dan bangga membangun Kota Tangerang.

“Membangun masyarakat yang sehat, membangun putra-putri remaja yang tangguh dalam menghadapi peruba­han globalisasi. Sebab di era sekarang, bukan tidak mungkin masyarakat men­jadi individualis,” ucapnya. Karenanya melalui jumbara, semangat saling to­long harus terus tumbuh.

Sementara, Ketua PMI Kota Tangerang, Kuswarsa mengatakan, jumbara adalah arena pemberdayaan generasi muda. Sebab bagaimana pun, kegiatan remaja harus diwadahi. “Pal­ing tidak diharapkan, kegiatan ini untuk mengelimir kegiatan-kegiatan remaja yang individualistik. Dengan ban­yaknya mereka kumpul, berinteraksi membuat mereka menambah wawasan dan pergaulan,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk jumlah PMR yang dilantik mencapai 1.000 orang, se­dangkan untuk peserta mengikuti jum­bara mencapai 600 orang. “Jumbara ini dilaksanakan setiap tiga tahun. Sesuai namanya, jumpa berarti ada pertemuan, bakti yakni bagaimana mereka melaku­kan interaksi dengan lingkungan, baik santunan dan baksos dan gembira be­rarti mereka mengikuti rangkaian per­lombaan dalam bentuk seni,” ucapnya.

Namun menurut anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Golkar ini, meski ada perlombaan hal itu tidak diarahkan untuk tidak sekadar saling mengalah­kan. “Tapi bagaimana mereka kerjasa­ma yang lebih baik di antara sesama,” ucapnya. (made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.