Karantina Cilegon Musnahkan Tangkapan Barang Ilegal

KOTA CILEGON, SNOL—Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon memusnahkan barang ilegal hasil operasi patuh selama akhir tahun 2017. Barang yang dimusnahkan tersebut diantaranya yakni telur sebanyak 35 kilogram, vaksi flu burung sebanyak 200 botol dan daging sapi beku sekitar 23 kilogram.

Kasi Karantina Hewan pada BKP Kelas II Cilegon, Rifky Daniel mengatakan, bahwa barang sitaan itu merupakan hasil operasi selama kurun waktu Agustus-September 2017 dari hasil operasi patuh yang dilaksanakan di Pelabuhan Merak. Dimusnahkannya barang tersebut karena pemilik barang tidak juga koperatif untuk mengurus barangnya dan melengkapi surat-surat yang dibutuhkan.

“Akhirnya sebagian besar barang sudah rusak, sudah busuk dan sudah kadaluarsa. Sebelumnya kita sudah kasih jatuh tempo tapi pemiliknya tidak mau ngurus. Jadi pas awal tahun ini kita lakukan pemusnahan,” ujar Rifky kepada wartawan, Kamis (11/1).

Dikatakan bahwa, barang yang ditahan tersebut sebenarnya tidak melanggar hukum. Namun hanya perlu dilengkapi surat kelengkapan terkait produk dimaksud. “Sebenarnya kalau kita bilang pelanggaran bukan pelanggaran ya, ini sifatnya pembinaan. Sebenarnya barangnya tidak masalah, namun karena dokumennya tidak dilengkapi maka kita lakukan penahanan,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa produk hewan wajib dilengkapi surat pendukung seperti surat keterangan kesehatan dari daerah asal. Itu diperlukan untuk pengeluaran sertifikasi yang dikeluarkan BKP Kelas II Cilegon.

“Di sini ada dua produk besar, produk hewan seperti telur, bakso dan produk lain atau bahan biologis seperti vaksin. Ini perlu ada persyaratan yang harus dilengkapi dan dilampirkan. Produk hewan ini harus ada surat keterangan kesehatan produk hewan dari daerah asal. Kita kan tidak tahu kondisi barang seperti apa kesehatannya, sanitasinya seperti apa. Nah surat ini sebagai dasar kita untuk memberikan sertifikasi,” paparnya.

Dikatakan barang yang diamankan itu berasal dari Jakarta dan Jabodetabek yang akan dikirim ke Sumatera. “Untuk barang jenis daging sapi telur, bakso, ini dikirim ke Lampung. Untuk vaksin dikirim ke Medan,” ungkapnya. (bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.