Industri Kecil Menengah Penopang Ekonomi Baru

Oleh: Ahmed Zaki Iskandar

Bupati Tangerang

SEBAGAI daerah tujuan investasi dan per­tumbuhan ekonomi yang tinggi, Kabupaten Tangerang juga menjadi daerah tujuan kaum urban. Banyak para pencari kerja dari Lam­pung, dan Jawa datang ke daerah ini untuk mencari kerja di berbagai sektor. Pemerin­tah tidak bisa membendung arus urban­isasi ini. Kita mau tidak mau harus memikir­kan bagaimana agar para pencari kerja bisa terserap ke berbagai sektor usaha.

Dari sisi lain, kualitas para pe­kerja juga cukup beragam. Para pencari kerja yang memiliki skil dan pendidikan tinggi akan mu­dah diserap. Namun yang sering menjadi persoalan bagi pemer­intah daerah, adalah para penc­ari kerja yang minim pendidikan dan skil. Ini yang pada akhirnya dikhawatirkan menimbulkan masalah sosial baru di masyara­kat.

Belum lagi warga Kabupaten Tangerang yang memasuki usia produktif dan baru lulus seko­lah. Jumlah mereka mencapai puluhan ribu. Sedangkan jum­lah peluang kerja yang tersedia baik di industri manufaktur dan lainnya tidak sebanding. Apa­lagi, kemajuan teknologi saat ini terus mendorong industri manufaktur melakukan efisiensi dengan alih fungsi tenaga ma­nusia oleh mesin atau robot.

Upaya pembangunan di sek­tor hunian, komersil dan indus­tri manufaktur akan terus dido­rong ke depan sebagai pemicu utama pertumbuhan ekonomi. Jika sektor ini bergairah sudah pasti akan menyerap banyak tenaga kerja. Tinggal, masyara­kat sendiri harus mendukung program ini agar berjalan den­gan kondusif. Pengembang-pengembang besar sudah berin­vestasi di kawasan ini. Sinarmas Land, Summarecon, Lippo, dan pengembang dari luar negeri, yang akan membangun kota in­dustri.

Namun sektor di atas ternyata tidaklah cukup menyerap an­gkatan kerja. Oleh karena itu, harus ada upaya lain mengatasi hal itu. Salah satunya, saya beru­paya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha, jiwa entrepreneur di kalangan anak muda. Harus di­dorong munculnya wirausaha baru. Mereka harus dilatih dan dibina agar tumbuh mental seb­agai wirausaha.

Untuk memperkuat tumbuh­nya UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) pemerintah telah membuka galeri atau mall untuk mempromosikan dan menjual produk-produk IKM unggulan Kabupaten Tangerang. Gerai itu dinamakan, “Gerai IKM Tangerang Gemilang” terletak di Jalan Raya Serang, Desa Bojong, Cikupa. Baru akhir tahun lalu, saat HUT Kabupaten Tangerang gerai ini saya resmikan. Di sana, sudah 70 produk lokal unggulan IKM yang dijual.

Promosi dan penjualan lewat internet juga terus dilakukan. Selain itu, sejumlah dinas yang punya kaitan dalam pengua­tan UMKM juga berkantor di gedung tersebut. Antara lain, Dinas Koperasi dan UMKM, Di­nas Kesehatan, Dinas Perdagan­gan dan Perindustrian. Mereka akan membina para pelaku dan membantu dari aspek kehalalan produk, label, izin edar, kema­san dan peningkatan kualitas produk lainnya.

Selain wirausaha, mengha­dapi tantangan tersebut, Pemk­ab Tangerang terus berupaya meningkatkan sumber daya manusia di Tangerang. Indek pembangunan manusia (IPM) masyarakat Tangerang ha­rus terus dipacu dengan akses pendidikan yang murah dan berkualitas. Sehingga mereka bisa terserap oleh dunia usaha di berbagai sektor. Tanpa SDM yang mumpuni, kita akan ket­inggalan dan hanya menjadi pe­nonton.

Dengan sejumlah program di atas maka tujuan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Perdapatan per kapita warga Tangerang akan naik dan akan berdampak pada sektor ritel yang belakangan ini secara nasi­onal tengah lesu. Dengan beker­ja sudah pasti masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Tujuan lain dari pertumbu­han ekonomi, sudah pasti akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pada 2017, realisasi dari Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Kabupaten Tangerang melonjak drastis.

Jumlahnya lumayan mencengangkan, yakni sekitar Rp 300 miliar. Naik sekitar 300 persen dari target awal.

Ini sangat mengejutkan. Dari sisi lain, hal ini menunjukkan bahwa geliat investasi dan per­tumbuhan ekonomi kawasan ini terus tumbuh signifikan. Selain itu, trend jual beli tanah maupun rumah di Kabupaten Tangerang bukan hanya terpusat di wilayah selatan saja, tetapi di barat, ten­gah maupun utara juga sama menggeliatnya.

Salah satu kunci dari melon­jaknya pajak tersebut adalah karena proses pelayanan periz­inan yang sangat mudah. Warga saat ini tidak perlu datang ke kantor perizinan, cukup lewat online bisa terlayani. Bahkan, untuk pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) kita sudah bekerja sama dengan gerai ritel modern. Di sana, sambil berbe­lanja kebutuhan lain warga bisa membayar kewajiban pajaknya. Tidak perlu jauh pergi ke kantor pajak yang perlu ongkos trans­portasi. Dengan berbagai pro­gram dan terobosan ini, semoga geliat ekonomi di Kabupaten Tangerang makin melaju ken­cang. Selamat bekerja. (*/tm/SN/BP/TP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.