Gedung Kejari Tak Kunjung Ditempati

CILEGON, SNOL—Gedung Kejari Cilegon yang ada di Jalan Ling­kar Selatan (JLS) hingga kini tidak kunjung ditempati. Kon­disi ini membuat gedung diban­gun tahun 2013 dan selesai pada tahun 2015 dengan anggaran sekitar Rp 4 miliar itu, kian tidak terawat.

Berdasarkan pantauan, ge­dung baru itu terlihat kumuh dan tidak terurus. Tampak di halaman kantor sudah ditum­buhi semak belukar dan ilalang setinggi tiga meter. Begitu juga pintu gerbang yang ditumbuhi tanaman merambat.

Kasi Intelijen Kejari Cilegon, Akhmad Hasibuan mengatakan, ada beberapa alasan mengapa gedung tersebut belum ditem­pati. Salah satu kendalanya jalan yang berada dibelakang gedung. Kondiai jalan yang menanjak, kata Ahmad, dapat membahaya­kan keamanan, lantaran tinggi jalan hampir sama dengan ting­gi gedung. Apalagi di dalam ge­dung, ruang tahanan yang dide­sign bersampingan dengan jalan itu dinilai tidak represntatif.

“Intinya kita kalau serah terima itu semuanya sudah beres jadi kita masuk ke situ. Ya memang kendala jalan di sampingnya, kemarin mintanya pimpinan itu kan jalan itu dipa­pas, jadi lebih rendah dari ban­gunan karena kan berbahaya ke keamanan kantor, apalagi di sebelah kanan itu-kan ada sel,” ungkap Akhmad, Kamis,(18/1).

Selain dari sisi keamanan gedung, pihak Kejaksaan dan Pemkot Cilegon belum menghi­tung harga antara gedung Kejari Cilegon yang ditempati saat ini dan gedung baru.

“Katanya-kan mau tukar guling sama bangunan ini, kemarin ada yang belum dihitung genset sama musala atau rumah dinas gitu, itu belum dihitung,” papar Akhmad.

Tak hanya itu, inventarisasi peralatan di dalam gedung juga belum dimiliki. Hal itu turut menjadi kendala, lantaran kejari tidak memiliki anggaran untuk pengadaan inventarisi peralatan di dalam gedung.

“Terus yang kedua kan ba­rang-barang mebeleurnya juga belum ada jadi kalau kita masuk ke situ gimana mau melakukan aktifitas kalau semuanya belum ada,” urai Akhmad.

Hingga kini, mulai pihak Kejari Cilegon, Kejati Ban­ten dan Kejagung masih belum mengaminkan gedung tersebut, karena lokasinya tidak represen­tatif. Gedung dinilai tidak layak untuk digunakan sebagai kantor Kejari Cilegon dengan berbagai pertimbangan.

“Sementara ini, pimpinan di pusat juga, menurut mereka belum ini, karena ya itulah tadi kan, sisi keamanan. Dari Kejag­ung pun sudah pernah (menin­jau, red) dari pengawasan su­dah pernah waktu itu inspeksi umum, dari pengawasan ada in­spektur 5, meninjau-lah ke sana, ada katanya sekarang kabelnya itu hilang karena dicuri, karena nggak ada yang jaga,” pungkas Akhmad.

Sementara, Plt Walikota Ci­legon, Edi Ariadi ,mengklaim bahwa gedung Kejari yang baru akan mulai diperbaiki untuk ditempati. Beberapa barang yang ada, diketahui dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung­jawab. “Kan sekarang lagi diper­baiki-lah tralis-tralisnya dicuri sama orang,” tutur Edi.

Pihaknya akan mengucur­kan anggaran sekitar Rp 300 juta pada APBD 2018 untuk merevitalisasi gedung tersebut. Edi meminta supaya OPD yang mengurus persoalan itu harus merealisasikan perbaikan den­gan segera. “Diperbaiki saja dahulu sama anggaran sekarang dan itu harus, tapi kayaknya ngga betah kerja di sana pegawainya,” tukas Edi.(nal/eky/bnn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.