Gedung MUI Kecamatan Terkendala Lahan

TANGERANG, SNOL—Pembangunan gedung cabang MUI tiap kecamatan di Kota Tangerang terkendala lahan. Pemerintah Kota Tangerang baru mer­ampungkan dua dari 13 gedung yang direncanakan. Kesulitan mendapat­kan lahan yang memadai serta stratgis dinilai menjadi kendala utama Pem­kot.

Pembangunan gedung MUI Ke­camatan dinilai Ketua MUI Kota Tangerang, Edi Junaedi harus diseger­akan.Menurut Edi, gedung tersebut akan sangat bermanfaat untuk berb­agai pihak nantinya. Dia menyebut, pihaknya kerap menggunakan fasili­tas kantor kecamatan untuk berbagai kebutuhan. Hal tersebut, menurutnya akan mengganggu pihak kecamatan.

“Jadi sementara ini, selalu numpang di kecamatan, kadang-kadang ben­trok. Sedangkan MUI itu kan punya pengajian khusus mingguan, jadi kita gak maulah terus-menerus meng­ganggu. Yang kedua juga, (gedung MUI Kecamatan) bukan cuma buat MUI, tapi juga untuk LPTQ kecamatan, Ba­zda (Badan Amil Zakat Daerah) keca­matan, jadi supaya hiduplah kegiatan,” ungkapnya.

Pengadaan lahan, disebut Edi, men­jadi kendala utama pihaknya untuk membangun gedung tersebut. Edi men­gatakan, kriteria lahan yang digunan un­tuk gedung MUI Kecamatan di antaran­ya dekat dengan masjid raya atau kantor kecamatan. Hal tersebut, sambungnya, guna menghemat ruang parkir.

“Makannya tanah itu kita minta minimum 700 m2, dengan dua tingkat, kalau segitu kan memadai, dari 700 itu kita bangun cuma 500 meter, 200 un­tuk parkir. makannya kalau kita dekat masjid atau kantor kecamatan kan parkirnya jadi gabung, kalau misah kita harus pikirkan juga tempat parkir,” ujarnya

Terkait rupa gedung, Edi ingin ge­dung MUI Kecamtan nanti meyerupai gedung MUI Kota Tangerang. Lantai dasar gedung berlantai dua tersebut, sambung Edi, nantinya diperuntu­kan tempat hajat masyarakat sekitar. Selain itu, lanjutnya, beragam keg­iatan keagamaan rutin juga bisa dilak­sanakan di gedung tersebut.

“Bawah itu bisalah digunakan untuk hajat kecil-kecilan. Kan, kalau di gang-gang kecil tau-tau dikasih tanda ditu­tup jalan orang, itu kan ganggu juga. Kita bisalah,” imbuhnya.

Edi mengatakan, pihaknya telah mendorong Pemerintah Kota untuk segera merealisasikan rencana terse­but. Upaya tersebut, utamanya ia tn­jukkan ke sejumlah camat. Dia me­nuturkan, pejabat kewilayahan turut dimintai bagian dalam upaya mewu­judkan rencana tersebut.

“Makannya kita tahun ini kita tekan camat, seperti di jatiuwung, rupanya dia sudah siap, karawaci juga sudah siap. tapi, kadang-kadang, ada tanah lebar kurang strategis, itu kadang-kadang susah, kita pengennya dekat masjid besar atau kantor kecamatan. Kita masih menunggu, pokoknya kalau camat menyodorkan pak wali oke, kita oke, tinggal laksanakan.,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ban­gunan Dinas Perumahan dan Pemu­kiman Kota Tangerang, Hadi Baradin menjelaskan, pembangunan gedung MUI kecamatan memakan biaya seki­tar Rp 1,5 Miliar. Rencana pembangu­nan sejumlah gedung itu, dikatakan Hadi, terbagi dalam dua tahap.

“TA (tahun anggaran) 2017 di Ci­bodas dan Larangan itu tahap satu, sementara tahap berikutnya kita se­dang upayakan,” ungkapnya via per­pesanan instan beberapa waktu lalu. (irfan/gatot)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.